Wow! Permata Kecubung Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Yerusalem

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 406 2490584 wow-permata-kecubung-berusia-2-000-tahun-ditemukan-di-yerusalem-RBLOwW3PwH.JPG Batu permata kecubung atau amethyst berusia 2.000 tahun ditemukan di Yerusalem (Foto: City of David)

MENAKJUBKAN, sebuah batu permata kecubung lilac (amethyst) berusia 2.000 tahun ditemukan di Yerusalem. Batu tersebut dijadikan cincin dengan ukiran burung.

Dalam ukiran terdapat cabang dari tanaman yang menghasilkan lima buah, demikian menurut para ahli dari City of David Foundation, yang menemukannya selama penggalian fondasi tembok barat.

Cabang yang terukir di batu itu berasal dari tanaman mahal yang digunakan untuk membuat parfum, dan disebutkan jelas dalam Alkitab dan catatan lainnya.

Kuil itu dihancurkan sekitar tahun 70 Masehi. Para ahli mengatakan, cincin ini dijatuhkan oleh seseorang ke saluran drainase dalam beberapa dekade sebelumnya.

Tanaman yang ditampilkan di atas batu warna-warni ini dikenal sebagai pohon balsam atau kesemek. Nama ilmiah tanaman tersebut ialah Commiphora gileadensis.

"Menjelang akhir periode kuil kedua, penggunaan perangko batu berkembang dan menjadi lebih umum," kata Profesor Shua Amorai-Stark, seorang ahli permata berukir.

Baca juga: Begini Wujud Lampu Minyak Langka Berusia 2.000 Tahun di Yerusalem

Yerusalem

(Foto: City of David)

"Tetapi sebagian besar perangko yang ditemukan sejauh ini dengan ukiran tanaman, seperti anggur, kurma, dan zaitun," ucap ahli permata itu.

"Kami segera menyadari bahwa buah yang muncul di batu tidak seperti buah-buahan yang kami temui sampai saat ini," lanjutnya.

Selain menghasilkan wewangian untuk Bait Suci, tanaman itu digunakan dalam produksi dupa, obat-obatan dan salep.

Menurut sejarawan Josephus, Mark Antony menghadiahkan kebun kesemek milik Raja Herodes, kepada kekasihnya, Cleopatra.

Beberapa komentator mengidentifikasi kesemek dalam daftar hadiah yang diberikan oleh Ratu Sheba kepada Raja Salomon.

Penemuan mengejutkan ini ditemukan di Taman Nasional Emek Tzurim yang dioperasikan oleh City of David. Para peserta sedang menyaring tanah dari penggalian Otoritas Barang Antik Israel, ketika mereka melihat batu oval kecil berusia 2.000 tahun.

Segelnya terbuat dari batu kecubung berwarna ungu dengan lubang. Ukiran pertama menunjukkan seekor burung merpati. Di sebelahnya muncul cabang panjang, bulat, tebal dengan lima buah di atasnya.

Cabang dianggap sebagai tanaman parfum kesemek atau balsam yang disebutkan dalam Alkitab, Talmud, dan berbagai sumber sejarah lainnya.

"Tanaman balsam adalah simbol positif karena digunakan untuk memproduksi parfum dan obat-obatan. Tanaman juga dikaitkan dengan sifat magis dan seremonial dan merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk membuat dupa kuil selama periode kuil kedua" kata arkeolog, Eli Shukron.

Baca juga: Batu Pemberat untuk Mencurangi Timbangan Berusia 2.700 Tahun Ditemukan di Yerusalem

Profesor Amorai Stark mengatakan, merpati juga merupakan motif positif, karena melambangkan kekayaan, kebahagiaan, kebaikan, dan kesuksesan. Menurutnya, ukiran pada batu membuktikan identitas orang yang memakai cincin itu.

"Saya kira pemilik batu adalah seorang pria yang memiliki kebun kesemek. Dia mungkin membawa cabang kesemek ketika dia datang ke pengrajin cincin. Sehingga pengrajin tahu apa yang harus diukir di atas batu," ucapnya menjelaskan.

Sementara Eli Shukron berujar; "Penelitian yang dilakukan di sekitar temuan memungkinkan kita untuk melihat sekilas kehidupan sehari-hari orang-orang yang hidup pada zaman kejayaan Yerusalem,"

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini