Sandiaga Uno Beberkan Strategi Revitalisasi Pariwisata, 3G Masih Jadi Andalan

Antara, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 406 2490839 sandiaga-uno-beberkan-strategi-revitalisasi-pariwisata-3g-masih-jadi-andalan-6UpV1BKqFW.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan tiga komponen keberhasilan revitalisasi sektor pariwisata melalui metode yang disebut 3G, yang terdiri dari Gercep, Geber, dan Gaspol.

"Gercep adalah kependekan dari gerak cepat, yang berarti bahwa pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memutuskan solusi yang cukup baik dengan cepat daripada menunda-nunda untuk solusi yang sempurna," ujar Sandiaga saat menjadi pembicara dalam kuliah umum secara daring di Master of Business Administration (MBA) ITB Kampus.

Metode Geber, kependekan dari gerak bersama, menekankan pentingnya bekerjasama dan beradaptasi terhadap keadaan baru.

"Terakhir, Gaspol mendorong para pemimpin untuk bekerja pada semua faktor potensial untuk sukses," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemimpin harus tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Dalam kuliam umum daring tersebut, mantan Wagub DKI Jakarta itu juga membahas pentingnya kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi di masa krisis.

Baca juga: Sandiaga Uno: Vaksinasi Covid-19 dan Prokes Kunci Pulihnya Sektor Parekraf

Menurut Sandiaga, pengalamannya selama 10 bulan terakhir terkait industri pariwisata Indonesia di masa pandemi, termasuk permasalahan yang dihadapi dan solusi yang terbentuk.

Ia menambahkan, dengan meringkas secara singkat dampak Covid-19 pada industri pariwisata dan bagaimana hal itu memaksa pemerintah untuk beradaptasi.

"Dengan pandemi, kita mengalami banyak inovasi luar biasa seperti vaksin, yang dikembangkan dengan cepat untuk mengurangi pandemi,” ucap Sandiaga di hadapan 200 mahasiswa MBA yang hadir.

Dikatakannya, terdapat empat elemen penting untuk merespons krisis pengakuan, ketahanan, reformulasi, dan reaktivasi.

Dirinya menekankan bahwa para pemimpin harus mengenali faktor VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas) dalam setiap situasi, membangun ketahanan terhadap kebutuhan yang paling mendesak, merumuskan kembali solusi untuk menghidupkan kembali industri dan mengaktifkan kembali langkah-langkah baru untuk diterapkan dalam masyarakat.

Baca juga: Makan 2 Jenis Mie Aceh Sekaligus, Begini Kesan Sandiaga Uno

Suami Nur Asia Uno ini juga menekankan betapa pentingnya bagi para pemimpin untuk memahami dan menganalisis dengan menggunakan Big Data untuk mendukung keputusan mereka.

Menggunakan big data kata dia, dapat bermanfaat bagi para pemimpin, karena mereka menyediakan strategi publikasi seperti mengolaborasikan pesan dengan merek. Tak lupa Sandiaga juga memaparkan penurunan 75 persen wisatawan internasional dan penurunan 81 persen wisatawan domestik imbas pandemi global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini