Banyak Orang Ngeluh Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Sandiaga: Semua Kita Tampung

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 406 2491036 banyak-orang-ngeluh-naik-pesawat-wajib-tes-pcr-sandiaga-semua-kita-tampung-ko6uIYccS9.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi tes PCR sebagai salah satu syarat bepergian naik pesawat yang belakangan ramai menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Menurut Sandi, segala keluhan atau kritikan itu akan ditampung terlebih dahulu.

"Ini semua kita tampung karena kami baru saja membuka Bali dan Kepri untuk wisawatan mancanegara," katanya saat ditemui di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Minggu kemarin.

Dijelaskan Sandi, pihaknya saat ini tengah fokus pada kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif, di mana pandemi mematikan sektor parekraf. Menurutnya, hal ini harus dilakukan secara hati-hati, disertai kewaspadaan.

"Kami fokuskan dan juga kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif ini harus dilakukan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan," terangnya.

Baca juga: Besok, Bandara Juanda Sidoarjo Berlakukan Tes PCR sebagai Syarat Perjalanan

Tes PCR

(Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

Ia mengatakan, seluruh aspirasi masyarakat pihaknya tampung, termasuk kegelisahan masyarakat adanya syarat PCR untuk perjalanan melalui udara.

Selain itu, tambahnya, semua keluhan masyarakat, termasuk wisatawan terkait adanya syarat PCR untuk naik pesawat menjadi feedback sekaligus masukkan sebagai bahan evaluasi ke depannya.

"Dan nanti rakor (rapat koordinasi) akan dilanjutkan dengan pembahasan (PCR) dengan Pak Presiden, karena ada dua hal yang harus kami antisipasi," tuturnya.

Pertama adalah gelombang ketiga yang diprediksi oleh para epidemiolog akan terjadi di liburan Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kata Sandiaga, masyarakat harus bersiap-siap serta berhati-hati serta waspada.

Kedua adalah varian baru. Ada varian sub Delta ditemukan di negara Eropa, dirinya pun mengimbau jangan sampai varian itu masuk lagi ke Indonesia, sehingga apa yang terjadi bulan Juli-Agustus sangat berat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

"Karena kalau kita euforia, kita tidak waspada, tidak hati-hati kita akan mampu memicu peningkatan kasus infeksi baru. Itu yang kita sama-sama hindari," katanya.

Baca juga: Ingat! Turis Asing Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR

Sementara itu saat ini taman rekreasi yang sudah dibuka mencapai di atas 4 persen, pusat perbelanjaan atau mal di atas 7 persen. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan pemulihan yang bertahap dan berkelanjutan.

"Kita harus hati-hati dan beberapa destinasi wisata memberlakukan ganjil genap sebagai bagian salah satu upaya jangan sampai membeludak," demikian Sandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini