Banyak Spot Instagramable, Sandiaga Yakin Taman Wisata Mangrove Klawalu Diminati

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 406 2491232 banyak-spot-instagramable-sandiaga-yakin-taman-wisata-mangrove-klawalu-diminati-0Jw3wsJeqo.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Antara)

HUTAN mangrove Klawalu, Kota Sorong merupakan taman wisata mangrove pertama di Papua Barat. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membangun taman wisata ini dari dana alokasi khusus pariwisata tahun anggaran 2018, sekitar Rp2,6 miliar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno dalam kunjungannya, menyempatkan diri meninjau progres pembangunan fasilitas wisata tersebut. Ia melihat adanya potensi wisata menjanjikan di sana.

Hal ini dapat dilihat dari fasilitas yang sudah tersedia di Taman Wisata Mangrove Klawalu ini. Mulai dari alam terbuka, taman bakau, hingga jalur sepeda, semua tersedia.

Baca juga: Festival Pulau Rupat Masuk Agenda KEN 2021, Ini Harapan Sandiaga Uno

Selain itu, Sandi juga yakin bahwa ke depan, taman wisata ini bakal menjelma menjadi tempat yang sangat diminati masyarakat karena banyaknya spot foto kekinian dan pastinya instagramable.

"Ke depan, mangrove ini sangat diminati karena banyak spot instagram," kata Sandi dikutip dari akun Instagram resmi Kemenparekraf, Senin (25/10//2021).

Dirinya juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Mengingat adanya prediksi gelombang ketiga yang akan muncul pada musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Saya tidak bosan-bosan mengingatkan prokes karena saya ingin Kota Sorong terus turun PPKM-nya ke level 2 atau level 1. Jangan sampai kita tidak mampu mengatasi mengendalikan gelombang ketiga yang diprediksi pada liburan Nataru," jelasnya.

Ia pun berpesan agar masyarakat yang nantinya merencanakan liburan Nataru bisa mengantisipasi agar tidak terjadi kenaikan angka kasus Covid-19 dengan menerapkan prokes yang ketat.

"Liburan Nataru harus kita antisipasi sekali, jangan sampai jadi pemicu kenaikan kasus baru," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini