Senjata Warisan Kekaisaran Ottoman Direstorasi, Ada Pedang Emas hingga Tombak

Denisa Aisyah, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 406 2491601 senjata-warisan-kekaisaran-ottoman-direstorasi-ada-pedang-emas-hingga-tombak-jIpch9H0Vq.JPG Berbagai senjata peninggalan Kekaisaran Ottoman, Turki (Foto: AA Photo)

MUSEUM Istana Topkapi di Turki kerap menyajikan berbagai koleksi senjata dari beragam budaya. Sebagai salah satu landmark paling terkenal di Istanbul, ia juga pernah menjadi tempat tinggal para sultan Ottoman saat kota itu adalah ibu kota kekaisaran.

Kini, Istana Topkapi berfungsi sebagai museum bagi wisatawan dari seluruh dunia dengan menyimpan berbagai koleksi artefak Ottoman.

Museum yang bekerjasama dengan Kepresidenan Istana Nasional, menampung salah satu koleksi senjata terkemuka dunia dalam inventaris artefak sejarahnya.

Museum ini menyimpan koleksi lebih dari 33.000 senjata dan berumur lebih dari 1.300 tahun. Senjata tersebut digunakan dalam pertempuran dan upacara. Saat ini, berbagai senjata itu sedang direstorasi melalui teknik khusus oleh para ahli.

Senjata Warisan Ottoman

(Foto: AA Photo)

Melansir laman Daily Sabah, Kamar 'Hazine-i Hassa' menjadi tempat dipamerkannya koleksi senjata tak ternilai dari Istana Topkap. Tempat itu paling banyak dikunjungi di museum setelah Kamar Peninggalan Suci. Keragaman, kualitas sejarah, fungsi dan estetika senjata berperan penting dalam menarik minat wisatawan mancanegara.

Baca juga: Bagaimana Cara Antalya Turki Bisa Menarik Jutaan Turis Asing di Tengah Pandemi?

Bagian terbesar dari koleksi ini mencakup periode 1.300 tahun milik budaya Turki, Umayyah, Abbasiyah, Mamluk, Iran, Tatar Krimea, India, Eropa, dan Jepang dan yang telah dilestarikan selama berabad-abad dalam 'cebehanes' Ottoman yang mana terdiri dari senjata milik Kekaisaran Ottoman.

Senjata Ottoman

(Foto: AA Photo)

Berbagai senjata itu direstorasi untuk menjaga keawetannya karena termasuk barang langka. Artefak yang membentuk koleksi adalah harta karun yang mencerminkan gaya unik geografi dari mana mereka diproduksi dalam hal fitur dekoratif serta penguasaan teknik konstruksi mengagumkan.

Pola dan motif yang digunakan dalam dekorasi mereka mengubah setiap senjata menjadi karya seni yang langka dengan mengangkatnya dari sekadar senjata perang. Salah satu faktor terpenting dalam kelangsungan hidup koleksi senjata adalah restorasi.

Lokakarya Artefak Komposit Istana Nasional melakukan tugas penting dalam pemulihan senjata yang tak ternilai harganya. Karya pertama yang sedang direstorasi ialah pedang dan sarungnya berupa Zulfiqar, yang diperkirakan berasal dari akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17.

Benda itu digunakan dalam berbagai upacara dan memiliki hiasan emas. Diperkirakan pedang itu adalah hadiah untuk sultan pada masanya atau seorang negarawan berpangkat tinggi. Ada sebuah prasasti dalam bahasa Turki Utsmani pada pedang, yang membangkitkan kekaguman akan penguasaan dan keahliannya.

Selain itu ada pula pedang milik Ehzade (pangeran) dari abad ke-18. Panjang pedang yang terbuat dari emas, kulit dan besi adalah 38 centimeter. Salah satu artefak lain yang sedang direstorasi berupa perisai tombak abad ke-16. Karya-karya tersebut rencananya akan dipamerkan kembali setelah proses restorasi rampung.

Seorang ahli restorasi artefak, Onur Recep Er menjelaskan bahwa mereka sedang melakukan restorasi dan konservasi artefak komposit di tempat pemugaran.

"Selama proses restorasi, kami mengambil oksidasi dengan mengawetkan emas sebanyak mungkin Setelah itu, kami mempasifkan area oksidasi dan zat pengawet dan mengirimkannya kembali ke area pameran," terang Recep.

Senjata Ottoman

(Foto: AA Photo)

Baca juga: 10 Destinasi Wisata Bersejarah di Turki, Peninggalan Romawi hingga Kekhalifahan Islam Terakhir

Menurutnya, masalah korosi adalah problem utama lantaran besi dapat merusak emas di permukaan. "Ini benar-benar menghilangkan permukaan emas. Kami mencoba untuk mengatasi kerugian ini dan melindungi emas yang ada dengan menggunakan bahan yang dapat didaur ulang dalam restorasi," tuturnya.

Proses restorasi sangat penting dilakukan, terlebih untuk sebuah artefak kuno yang bernilai tinggi. Dengan adanya restorasi atau perbaikan, maka negara bukan hanya bisa menyimpan, namun dapat dikatakan menjaga, dan memperpanjang umur sebuah harta peninggalan nenek moyang di masa lampau. Semua itu bisa terealisasi tentunya dengan proses dan prosedur yang mumpuni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini