Hambat Kunjungan Wisata, Aturan Tes PCR Berat Secara Fisik dan Finansial

Antara, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 406 2491697 hambat-kunjungan-wisata-aturan-tes-pcr-berat-secara-fisik-dan-finansial-B3g3EJo1GR.JPG Tes PCR (Foto: Okezone.com)

KEBIJAKAN wajib tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang pesawat dinilai sangat menyusahkan dan dapat menghambat kunjungan pariwisata.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sulawesi Selatan, Didi Leonardo Manaba menegaskan, pemberlakuan tes PCR selama PPKM membuat kunjungan wisata ke Sulsel kian lesu.

Sebab, persyaratan sebelumnya hanya cukup dengan tes swab antigen, warga Indonesia bisa masuk ke Sulawesi Selatan. Padahal pergerakan pada sektor pariwisata, menurut Didi, sudah mulai terlihat.

"Ini sudah mulai ada pergerakan akan tetapi pergerakan itu agak tersendat dengan masih diwajibkannya orang tes PCR dan antigen. Itu bukan hanya berat secara fisik tapi di finansial juga," ujar Didi.

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan bermaksud menentang kebijakan pemerintah terkait pemulihan kesehatan masyarakat melawan pandemi Covid-19, tetapi ia juga meyakini bahwa hal itulah yang terjadi.

Baca juga: Banyak Orang Ngeluh Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Sandiaga: Semua Kita Tampung

Infografis Kebiasaan Buruk Traveling

Maka pihaknya berharap agar pemerintah membuka keran untuk melakukan aktivitas ke Sulsel yang merupakan destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sedangkan terkait peningkatan wisatawan, dirinya menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan domestik.

"Sejak Januari lalu kami siapkan pariwisata domestik, karena itulah yang paling dekat, kami tidak mau muluk-muluk berbicara wisata internasional, yang di depan mata saja dulu dan alhamdulillah sudah mulai ada pergerakan meski sedikit," tuturnya.

Salah satu indikatornya, kata dia, ialah kunjungan di Bandara Sultan Hasanuddin melalui jumlah penumpang yang terus bertambah pada satu pekan terakhir.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura I Makassar mencatat terjadi kenaikan volume penumpang hingga 5 persen sejak satu pekan terakhir, dibanding sepekan sebelumnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Sulsel. Total penumpang pada 8-14 Oktober sebanyak 149.152 orang, sedangkan 15-21 Oktober 156.477 orang.

Baca juga: Jumlah Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Naik 5 Persen dalam Sepekan

"Salah satu indikatornya di Bandara Sulhas, kami lemah di statistik, tapi ada kacamata pariwisata yang kami bisa lihat, seperti ketersediaan hotel dan para pemilik bus pariwisata, itu sudah bisa diukur dari sana. Kami memang tidak punya statistik yang penting ada pergerakan," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini