Cara Unik Suku Sambia Buktikan Kedewasaan Lelaki, Minum Sperma Melalui Oral Seks

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 406 2492516 cara-unik-suku-sambia-buktikan-kedewasaan-lelaki-minum-sperma-melalui-oral-seks-sETDycVpWS.JPG Para lelaki Suku Sambia, Papua Nugini (Foto: proclivitiesprinciplewisdom)

BERBAGAI ritual suku paling ekstrem di dunia masih eksis hingga saat ini. Salah satunya adalah ritual minum sperma Suku Sambia di Papua Nugini. Suku Sambia mempraktikkan ini kepada anak laki-laki berusia 7-9 tahun.

Ritual ini merupakan simbol peralihan anak laki-laki menuju kedewasaan, dan terdiri dari 6 tahap. Enam tahapan tersebut dapat berlangsung selama 10 hingga 15 tahun sampai para pemuda ini menjadi seorang ayah.

Melansir Guardian, pada tahap pertama, tongkat tajam dimasukkan ke dalam lubang hidung anak laki-laki itu sampai dia mengeluarkan banyak darah.

Bagi orang Sambia, itu adalah simbol kekuatan dan kemampuannya untuk menahan rasa sakit, yang merupakan persyaratan yang dibutuhkan seorang pejuang.

Baca juga: Festival Onda Matsuri, Ritual Minta Kesuburan Diwarnai Adegan Seksual

Suku Sambia

(Foto: Guardian)

Tahap selanjutnya anak laki-laki akan bersanggama dengan pria lebih tua untuk membuat mereka tumbuh. Setelah ini selesai, mereka melakukan seks oral pada yang lebih tua, dan tidak berhenti sampai mereka menenggak cairan sperma atau air mani.

Tradisi ini sering dicemooh oleh banyak orang karena tidak manusiawi. Ada juga yang menyebutnya sebagai perilaku homoseksual yang menyimpang.

Menurut kepercayaan Sambia, air mani seorang pria dewasa memiliki roh maskulin, yang dapat dicapai oleh anak laki-laki melalui konsumsi air maninya.

Maka, para pemuda suku meminum air mani pria yang dewasa untuk mendapatkan kejantanan, sehingga mereka dianggap sudah dewasa.

Tujuan ritual juga untuk menunjukkan bahwa mereka bisa melepaskan diri dari ibu dan wanita di sekitar mereka.

Tak ada yang berani menolak ritual ekstrem ini. Bagi siapapun yang menolak, maka mereka akan mengahadapi kematian. Uniknya, tradisi ini dirahasiakan oleh kaum laki-laki. Berbicara kepada istri itu artinya ia siap dikebiri hingga maut mengancamnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini