Share

Tradisi Minum Darah Haid Suku Baul, Diyakini Bisa Awet Muda

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 406 2492586 tradisi-minum-darah-haid-suku-baul-diyakini-bisa-awet-muda-me2j5Qz6Bp.jpeg Tradisi minum darah haid suku Baul (Leonid Plotkin/Alamy via Amuse)

TRADISI minum darah haid suku Baul di India masih eksis dipraktikkan. Mereka percaya dengan meminum darah haid wanita yang baru pertama kali menstruasi atau datang bulan dapat menjadi awet muda dan memperpanjang umur.

Suku Baul merupakan sebuah sekte agama dan komunitas musik pengembara di India dan Bangladesh.

Baca juga:  Festival Onda Matsuri, Ritual Minta Kesuburan Diwarnai Adegan Seksual

Suku ini merayakan haid pertama seorang gadis dengan mencampurkan darah haidnya dengan kapur barus, susu, santan, dan gula. Kemudian diminum oleh keluarga dan teman-temannya.

Tak hanya sekadar kemampuan dalam bernyanyi untuk menjadi seorang Baul, ini juga tentang menyembah cairan tubuh, terutama darah haid. Suku Baul mengacu pada empat bulan untuk darah haid, benih, kotoran, dan urin.

Mereka percaya bahwa wanita memiliki semua ini, sementara pria tidak memiliki darah haid. Suku Bul menganggap air mani sebagai benih, tetapi juga percaya wanita memiliki benih dalam cairan vagina dan darah haid.

Ini adalah acara ritual di mana pria harus menahan ejakulasi, sedangkan wanita didorong untuk orgasme untuk memberi energi pada pasangan mereka.

 Baca juga: Mengenal Tradisi Harakiri, Ritual Bunuh Diri demi Kehormatan di Jepang

Oleh karena itu, orang-orang Baul memandang pria sebagai orang yang tidak lengkap secara spiritual jika dibandingkan dengan wanita yang telah mendapatkan empat bulannya.

Melihat kekurangan ini, suku Baul percaya bahwa darah haid harus dicerna, ditukar, dan diserap kembali untuk mengisi kembali tubuh dan jiwa.

Mengutip dari Amuse, seorang wanita Baul bernama Tara mengenang efek meminum darah haid terhadap mereka yang mengikuti upacara itu.

“Seperti kekuatan ingatan dan konsentrasi meningkat, kulit menjadi bercahaya, suara menjadi merdu, dan seluruh makhluk dipenuhi dengan kebahagiaan, ketenangan, dan cinta.”

 ilustrasi

Selain menggunakan tampon sebagai teh celup, ada cara lain untuk menyebarkan empat bulan darah haid untuk mencapai efek yang sama.

Suku Baul percaya bahwa darah haid juga dapat tertelan melalui mulut bawah pria atau penis. Ini disebut sebagai seks saat menstruasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini