Unik! Kelab Malam Ini Gunakan Panas Tubuh Pengunjung untuk Nyalakan Listrik

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 406 2492790 unik-kelab-malam-ini-gunakan-panas-tubuh-pengunjung-untuk-nyalakan-listrik-sVZXsxpRYN.jpg ilustrasi (stutterstock)

SEBUAH kelab malam di Glasgow, Skotlandia sedang menguji coba teknologi baru yang memanfaatkan panas yang dihasilkan dari manusia atau pengunjung yang berada di lantai dansa.

Panas tersebut nantinya digunakan untuk membantu memberi daya listrik pada diskotek tersebut untuk mengurangi emisi.

Kelub malam SWG3 tersebut dilaporkan sebagai tempat pertama di dunia untuk menguji sistem Bodyheat. Inisiatif ini diluncurkan sebagai bagian dari konferensi iklim COP26 yang didukung PBB, yang dimulai di kota itu pada 31 Oktober 2021.

Baca juga: Tradisi Minum Darah Haid Suku Baul, Diyakini Bisa Awet Muda

Grup musik Honey Dijon akan memeriahkan pesta peluncuran pada tanggal 7 November, dan juga mendesain kaos Bodyheat dengan staf dari tempat tersebut.

"Bodyheat menggunakan pompa panas dan cairan untuk menangkap jumlah panas tubuh yang luar biasa yang dihasilkan oleh kerumunan SWG3, menyalurkan energi gabungan mereka ke dalam dua belas lubang bor sedalam 150m yang dibor di bawah venue," kata pernyataan yang dipublikasikan di situs web klub.

Melansir dari DJMag, energi tersebut kemudian dapat digunakan di seluruh tempat secara real-time, atau disimpan selama beberapa bulan dan digunakan di kemudian hari.

Baca juga: Tinggal di Pulau Cantik Ini Anda Akan Dibayar Rp996 Juta, Mau?

Tubuh manusia memancarkan sekitar 100 watt panas berlebih. Menurut perkiraan tempat itu sendiri, ini berarti sekitar 70 ton CO2 dapat dihemat melalui proses baru ini berdasarkan angka kehadiran pra-pandemi.

"Tidak diragukan lagi bahwa pandemi COVID-19 telah membawa tantangan besar bagi sektor acara di seluruh dunia, tetapi juga menciptakan guncangan seismik di seluruh bisnis — menggarisbawahi perlunya masa depan yang stabil dan berkelanjutan," kata Andrew Fleming Brown, Direktur SWG3.

"Bodyheat adalah kontribusi inovatif kami untuk masalah global, dan akan membantu kami mengurangi konsumsi energi secara dramatis - membawa kami selangkah lebih dekat untuk menjadi tempat netral karbon dalam waktu yang tidak lama lagi," lanjutnya.

ilustrasi

Inovasi itu muncul disaat industri musik secara keseluruhan meningkatkan kontribusinya terhadap perubahan iklim dan limbah. Pada bulan Maret, Clean Scene merilis laporan tentang dampak lingkungan dari DJ tur.

Oktober lalu, Massive Attack meluncurkan sebuah film pendek tentang dampak ekologis dari adegan tersebut. Dan pada bulan Februari 2020 DJ Mag menerbitkan bacaan panjang yang menilai bagaimana festival dapat mengurangi emisi dan aspek acara berbahaya lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini