Mengintip Benda-Benda Bersejarah di Museum Sumpah Pemuda, Apa Saja?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 408 2492773 mengintip-benda-benda-bersejarah-di-museum-sumpah-pemuda-apa-saja-PETTRnBdPW.jpg Museum Sumpah Pemuda di Jakarta Pusat (Foto Museum Sumpah Pemuda)

MUSEUM Sumpah Pemuda di Jakarta banyak dikunjungi wisatawan yang ingin mengenal sejarah lebih dalam. Sumpah Pemuda adalah suatu ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Baca juga:  Museum Sumpah Pemuda Kembali Dibuka, Patuhi Protokol Kesehatan saat Berkunjung

Ikrar tersebut merupakan hasil putusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928. Kongres ini digagas oleh Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri oleh organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Pemoeda Indonesia, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Sekar Rukun, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi.

Museum Sumpah Pemuda berlokasi di Gedung Kramat 106, Jakarta Pusat. Pada 2013, bangunan utama Gedung Museum Sumpah Pemuda ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Peringkat Nasional, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 254/M/2013, tanggal 27 Desember 2013.

 

Di dalam museum tersebut, terdapat beberapa benda peninggalan sejarah seperti biola W.R Supratman. Biola W. R. Supratman termasuk model amatus. Berukuran 4/4 atau standar, dengan panjang badan 36 cm, lebar badan pada bagian terlebar 20 cm, dan 11 cm pada bagian tersempit.

Baca juga:  Kenang Jasa Pahlawan, Yuk Napak Tilas ke 5 Museum Ini

Selain biolanya, terdapat pula patung W.R Supratman yang dibuat dengan warna keemasan. Beliau merupakan pencipta lagu Indonesia Raya. Lagu itu mulai dikenal umum ketika W. R. Soepratman membagikan konsep lirik sebuah lagu kepada para peserta Kongres Pemuda Kedua, 27 – 28 Oktober 1928.

Pada malam penutupan kongres, W. R. Soepratman dengan gesekan biolanya mengiringi sebarisan panduan suara membawakan lagu Indonesia Raya.

Selain itu, terdapat juga beberapa peninggalan lainnya seperti Bendera INPO (Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie, Organisasi Pandu Nasional Indonesia), yang merupakan peleburan dua organisasi kepanduan, Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

 ilustrasi

Kemudian, terdapat juga miniatur Panitia Kongres 27-28 Oktober 1928, patung Mohammad Tabrani, patung Prof. Mr.. Soenario, patung Muhammad Yamin, serta Monumen Persatuan Pemuda yang terletak di halaman depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini