Fakta Unik Ngilngof Maluku, Desa Wisata Pantai Pasir Putih Terhalus di Dunia

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 30 Oktober 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 30 408 2494206 fakta-unik-ngilngof-maluku-desa-wisata-pantai-pasir-putih-terhalus-di-dunia-P9Mfimx2ao.jpeg Festival Meti Kei di Desa Ngilngof, Maluku Tenggara (Kemenparekraf)

NGILNGOF adalah desa wisata yang unik di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Ngilngof memiliki pantai dengan dengan pasir putihnya paling halus di dunia. Jika promosinya tepat, objek wisata ini diyakini bakal makin ramai turis.

Ngilngof masuk dalam 50 desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga: Sandiaga Uno Nyeker di Pasir Putih Hadiri Puncak Festival Meti Kei 2021

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno takjub dengan keindahan Ngilngof. Bukan hanya keindahan alamnya, tapi juga tradisi budaya dimiliki penduduk setempat.

“Jadi branding yang kuat tentang pasir putih terhalus ini yang kita ingin dorong. Seperti seluruh dunia tahu Raja Ampat. Terutama kalau misalkan branding pasir terhalus di dunia itu pasti orang akan datang,” ujar Sandiaga, Jumat.

Ilustrasi

Atraksi kesenian warga di Ngilngof, Maluku Tenggara (Kemenparekraf)

Ngilngof yang berada di Kepulauan Kei, jaraknya sekira 15 Km dari Kota Langgur dan bisa ditempuh dalam waktu 20 menit.

Jika wisatawan dari Jakarta, bisa terbang langsung melalui Bandara Soekarno-Hatta di Cengkarang, Tangerang menuju Bandara Karel Sadsuitubun Langgur. Tapi penerbangan langsung belum dibuka. Harus transit sekali di Bandara Pattimura, Ambon atau Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Baca juga:  Indahnya Pulau Kei, Surga Tersembunyi nan Memikat Hati di Maluku

Liburan di Ngilngof, wisatawan bisa menikmati ragam keindahan pesona alam lainnya, di antaranya Pulau Ohoiew yang panoramanya dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Ketika air pasang naik, pulau Ohoiew akan terlihat lebih kecil karena air laut menutupi garis pantai. Namun saat air pasang surut, pulau ini akan terlihat lebih panjang. Keindahan Pulau Ohoiew terdapat pada lidah pasir pantainya yang menjorok ke laut hingga 1 km.

 

Ada juga Pantai Yanroa. Pantai ini merupakan tempat konservasi mangrove. Keunikan pantai Yanroa adalah ketika pasang surut, air pantai akan menjadi kering dan dangkal sehingga masyarakat menyebutnya Air Meti. Di saat itulah warga Ngilngof akan menangkap ikan dengan cara tradisional dengan berjalan di tengah laut tersebut.

Lalu, ada Danau Ablel, yang merupakan danau terbesar di Kepulauan Kei, hingga ada spot diving yang tak kalah indah.

Selain pesona alamnya, Desa Wisata Ngilngof juga memiliki budaya dan tradisi penduduk yang masih sangat kental, sehingga hal ini menjadi daya tarik sendiri. Seperti tari sariat, tari sawat, tari panah, tari salib, hingga ada ritual pengukuhan secara adat.

Desa Wisata Ngilngof pun juga memiliki event tahunan, yaitu Festival Pesona Meti Kei. Dalam acara tersebut ada pagelaran tarian, musik, festival layang-layang, dan lampion. Lalu ada Tour De Mollucas, yang merupakan kegiatan olahraga berbasis pariwisata.

Saat visitasi ke Desa Wisata Ngilngof, Sandiga juga menyaksikan Festival Meti Kei yang sedang berlangsung. Ia juga turut bernostalgia bermain basket bersama Bupati saat melihat area sport centre.

Tak lengkap rasanya jika desa wisata tidak memiliki produk ekonomi kreatif. Di Desa Wisata Ngilngof sendiri punya makanan khas yaitu Embal Pisang yang terbuat dari pisang masak yang dibalut dengan tempung embal (tepung yang terbuat dari singkong beracun yang telah diproses).

Ada juga Kasbi, yang merupakan makan khas Maluku terbuat dari singkong yang direbus menggunakan air santan kelapa.

 Ilustrasi

Untuk kriyanya, desa wisata ini punya aksesoris khas yang terbuat dari limbah kerang, seperti lampu dari kerang, cermin, dan figura. Serangkan fesyennya, desa ini memiliki baju adat beniang, anyaman tas dari limbah sampah, dan sandal.

Dengan sejumlah potensi yang dimiliki oleh Desa Ngilngof, Sandiaga berharap Desa Wisata itu dapat menjadi best practice bagi desa-desa wisata lainnya untuk tetap terus berkembang, meningkatkan perekonomian lokal, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di masa depan.

Oleh karena itu agar meningkatkan semangat dan kreativitas warga Ngilngof dalam mengembangkan potensi wisata alam di Desa Wisata Ngilngof, Sandiaga memberikan bantuan berupa 30 lampu LED beserta alasnya, 30 lampu sorot pantai, kabel listrik, kawat pengait, dan pipa paralon pelindung lampu.

“Ada beberapa permintaan dari teman-teman Desa Ngilngof, maka kita berikan. Karena Ngilngof kurang lampu jadi kita berikan lampu dengan kabelnya lengkap. Mudah-mudahan bisa bermanfaat,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini