Share

Mengenal Shibari, Seni Mengikat ala Jepang Bukan Hanya untuk Kepuasan Seksual

Andin Nurul Alifah, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 406 2495172 mengenal-shibari-seni-mengikat-ala-jepang-bukan-hanya-untuk-kepuasan-seksual-zK2uDLD8yN.jpg Shabari (Freepik)

SHIBARI merupakan seni sensual artistik berasal dari Jepang sejak era kuno dan masih eksis sampai sekarang. Dikenal juga sebagai teknik tali menali, shibari tujuannya memperlihatkan ikatan yang mengundang hasrat seksual. Serupa fetish seksual untuk mencari kepuasan melalui kekerasan.

Baca juga:  Ososo Matsuri, Festival Vagina sebagai Simbol Kesuburan dan Tolak Mandul

Praktk shibari dilakukan dengan menggantung seseorang dengan tali hingga melayang, membentuk sebuah posisi yang artistik. Biasanya digunakan tali dari serat alami seperti rami atau linen sehingga dapat terkunci dengan mudah.

Dianggap sebagai sebuah adegan bernuansa seksual, praktik shibari zaman modern sekarang juga ditampilkan dalam film-film dewasa di Jepang, yang menampilkan kekerasan seksual untuk kepuasan diri.

 

Sebenarnya, shibari adalah teknik untuk komunikasi intim antara dua orang. Selain seni, teknik ini juga memperlihatkan sikap dan kehidupan seseorang. Bisa juga digunakan untuk mengetahui emosi pasangan.

Baca juga:  Festival Onda Matsuri, Ritual Minta Kesuburan Diwarnai Adegan Seksual

Jadi shibari bukan hanya untuk kepuasan seksual, tapi juga kesenangan hati antarpasangan. Tergantung keinginan pelaku atau senimannya.

Mengutip dari artikel di Japanese Station, shibari juga ada yang dilakukan untuk tujuan fotografi, menggali estetika seni mengikat sensual ala Jepang, bahkan buat sekadar aksi menakjubkan dalam mengikat partner dan membuatnya “melayang” di udara.

“Bagiku, seni dari shibari terletak di emosi. Tali-tali itu menjadi medium untuk berkomunikasi,” ujar Subay, seorang nawashi asal Hong Kong.

Ilustrasi

Anna Bones, nawashi di London berpendapat bahwa, “seni shibari sama seperti menari, ada orang yang menganggapnya sensual, ada pula yang tidak. Mungkin mirip seperti menari bersama seorang teman. Itulah keindahan tali dan shibari.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini