Pengunjung Positif COVID-19, Shanghai Disneyland Langsung Ditutup

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 406 2495619 pengunjung-positif-covid-19-shanghai-disneyland-langsung-ditutup-XOm5LYEdPc.jpg Shanghai Disneyland (Roomper)

PEMERINTAH China menutup Shanghai Disneyland selama dua hari setelah seorang pengunjung dinyatakan positif Covid-19 setelah berkunjung ke tempat tersebut. Taman hiburan tersebut ditutup mulai Senin hingga Selasa 1-2 November 2021.

China juga melakukan tes Covid-19 kepada 33 ribu Shanghai Disneyland, demikian seperti melansir dari laporan USA Today, Selasa (2/11/2021).

Baca juga:  Resmi Dibuka Kembali, Pengunjung Disneyland Shanghai Masih Bandel Lepas Masker

Pemerintah setempat menjelaskan, hasil pemeriksaan seluruh pengunjung pada Minggu 31 Oktober 2021, dinyatakan negatif.

Tetapi, mereka yang merasa mengunjungi taman hiburan pada waktu yang sama diminta melakukan isolasi mandiri selama dua hari dan menjalani tes lebih lanjut nanti.

Pihak Disneyland berjanji memberikan refunds tiket kepada pengunjung yang terimbas dari "lockdown" pada Minggu.

 

"Kami akan memberikan notifikasi sesegera mungkin saaat operasi berjalan kembali. Terima kasih atas pengertiannya," tutur Disneyland dalam website mereka

Baca juga:  Kembali Buka, Tiket Disneyland Shanghai Ludes dalam Hitungan Menit

Pada tahun 2020, Shanghai Disneyland menyambut 5,5 juta pengunjung untuk menjadi taman hiburan kedua yang paling banyak dikunjungi di dunia setelah Disney World di Florida, berdasarkan Asosiasi Hiburan Bertema.

Menempati peringkat nomor 2 menandai terceminnya kebijakan cepat Cina menanggulangi Covid-19.

Disney membuka kembali taman tersebut pada Mei 2020, beberapa bulan sebelum lokasi Disney lainnya.

Disney tidak merilis statistik kehadiran atau pendapatan per lokasi, tetapi mereka mencatat mendapat pendapatan yang lebih tinggi dari yang diharapkan untuk mengimbangi kerugian di bagian lain dari bisnisnya pada kuartal ketiga di 2020.

China sebenarnya memiliki kasus relatif sedikit dibanding negara lain di dunia. Namun metode "nol kasus" Covid-19 membuat negeri itu melakukan tindakan pembatasan pergerakan secara ketat guna menekan kasus.

 ilustrasi

Hal ini diyakini mengganggu pertumbuhan negeri itu.

Di kuartal III 2021, ekonomi Negeri Xi Jinping hanya tumbuh 4,9%, melemah dari kuartal II 7,9%, karena distrupsi rantai pasokan dan krisis utang sektor properti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini