Share

Konsei Matsuri, Festival Unik di Jepang Agar Wanita Enteng Jodoh

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 406 2495707 konsei-matsuri-festival-menunggang-penis-di-jepang-agar-wanita-enteng-jodoh-0O7Ifs0QzQ.png Festival Konsei Matsuri di Jepang (Soranews24.com)

FESTIVAL Konsei Matsuri memiliki beragam keunikan. Acara ini biasanya juga disebut festival menunggang penis di Jepang.

Jangan berpikir aneh dulu mengenai sebutan tersebut. Festival ini merupakan acara sakral yang diadakan sebagai bentuk doa agar para wanita enteng jodoh atau cepat hamil.

Baca juga:  Ososo Matsuri, Festival Vagina sebagai Simbol Kesuburan dan Tolak Mandul

Istilah matsuri dalam bahasa Jepang sering diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yakni Festival dan bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai pesta rakyat atau pekan gembira dalam rangka memperingati peristiwa bersejarah.

Konsei Matsuri merupakan perayaan yang melekat dengan Shinto, agama tradisional di Jepang.

Untuk itu, matsuri bisa dikatakan sebagai sebuah kegiatan berdasarkan ajaran keagamaan atau kepercayaan yang diselenggarakan untuk berada di samping dewa, melayani dewa dan mengabdikan diri kepada dewa untuk memperingati peristiwa bersejarah.

Dilansir dari Soranews24, festival Konsei Matsuri biasa diadakan pada 29 April di Osawa Hot Spring.

Saat pelaksanaan acara, hanya beberapa wanita yang ditunjuk melakukan ritual tersebut karena ukuran kolam air panas di Osawa Hot Spring tak terlalu besar.

Bagi wanita yang tidak dipilih, maka dilarang untuk ikut masuk ke dalam kolam pemandian.

Baca juga:  Mengenal Shibari, Seni Mengikat ala Jepang Bukan Hanya untuk Kepuasan Seksual

Ketika di kolam air panas tersebut, peserta wanita melakukan ritual pencucian patung kayu berbentuk penis dengan berat sekitar 150 kilogram dan panjang 1,4 meter.

Lalu, salah seorang peserta wanita yang beruntung akan ditunjuk untuk menunggangi patung tersebut agar enteng jodoh ataupun cepat hamil.

Setelah itu, patung penis ditempatkan di atas altar, di mana peserta bisa memberikan penghormatan.

Simbol patung penis digunakan sebagai bentuk pemujaan kepada bumi yang merupakan pemberi kehdupan kepada manusia.

Selama festival berlangsung, biasanya banyak orang yang berjualan makanan dan minuman di sekitar Osawa Hot Spring.

Uniknya, makanan dan minuman ini dibuat dengan bentuk menyerupai penis.

 ilustrasi

Dilansir dari kanal YouTube Ruptly, peserta wanita menunjukkan antusiasnya mengikuti festival tersebut.

"Besok saya akan menikah, jadi saya datang ke sini untuk berpartisipasi dan ingin punya banyak anak," terang peserta.

Ada pula yang mengikuti festival karena menginginkan anak kembali.

"Saya ingin punya satu bayi lagi, jadi saya ikut festival," ujar peserta. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini