Share

Parah! Pantai Bintan Tercemar Limbah Oli, Wisatawan Ngeluh Kaki Susah Dibersihkan

Antara, Jurnalis · Kamis 04 November 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 406 2496428 parah-pantai-bintan-tercemar-limbah-oli-wisatawan-ngeluh-kaki-susah-dibersihkan-eM5CV1mIt2.JPG Pasir Pantai Nirwana di Bintan, Kepri tercemar limbah minyak yang sudah menggumpal hitam (Foto: Antara)

BEBERAPA pantai di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang merupakan kawasan pariwisata kembali tercemar limbah minyak yang diduga berasal dari kapal.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan, Syukur Haryanto alias Buyung Adly menduga limbah minyak itu berasal dari kapal asing yang membuang sisa atau kerak minyak dari dalam tangki kapal.

Limbah itu dimasukkan dalam karung, kemudian dibuang di Out Port Limited (OPL) di perbatasan perairan Kepri dengan Singapura. Saat musim angin utara, seperti saat ini, limbah minyak itu kembali dibawa arus ke bibir pantai di Bintan.

"Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah beberapa tahun lalu. Namun, sampai sekarang masih terjadi. Kami minta aparat penegak hukum untuk menindaknya," katanya.

Baca juga: Pemerintah Ingin Bintan Jadi Percontohan Travel Bubble, Sudah Siapkah?

Buyung menjelaskan, limbah minyak itu merusak karang dan ekosistem di perairan. Selain itu, pantai yang dijadikan sebagai objek wisata seperti di Lagoi dan Trikora juga menjadi tercemar.

Wisatawan kerap mengeluhkan kakinya terkena limbah oli itu, dan sulit dibersihkan.

"Pengusaha pariwisata menjadi semakin sulit di masa pandemi ini karena berhadapan lagi dengan permasalahan baru," ujarnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Menurut dia, limbah minyak ini juga menurunkan pendapatan nelayan karena hasil tangkapan ikan menjadi berkurang. Nelayan kerap mengeluhkan permasalahan limbah minyak yang tidak kunjung selesai.

"Banyak kerugian yang negara alami, dan yang paling merasakan langsung dampak buruknya adalah nelayan," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Bulalimar mengaku pihaknya akan melaporkan permasalahan itu kepada instansi terkait, karena telah mencemari pantai di kawasan pariwisata.

"Pengusaha pariwisata tentu merasa resah, dan dirugikan. Kami berharap permasalahan ini segera tuntas," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini