Share

Cerita 2 Ekor Trenggiling Lolos dari Maut, Diselamatkan Warga di Tengah Jalan Raya

Antara, Jurnalis · Sabtu 06 November 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 406 2497580 cerita-2-ekor-trenggiling-lolos-dari-maut-diselamatkan-warga-di-tengah-jalan-raya-Ccx2f7zuI6.JPG Trenggiling diselamatkan warga Agam saat melintasi jalan raya (Foto: Antara)

WARGA Lubuk Panjang Jorong II Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menyelamatkan dua ekor Trenggiling (Manis Javanica) yang nyaris terlindas mobil di jalan raya.

Trenggiling merupakan salah satu hewan paling dilindungi karena keberadaannya yang mulai langka akibat perburuan liar. Hewan tersebut lolos dari maut akibat kesigapan Ronaldy dan Soni Eka Putra.

"Satwa ini ditemukan oleh dua warga ini saat melintasi jalan raya. Takut terlindas kendaraan yang melintas maka mereka berinisiatif menangkap untuk diselamatkan dan dibawa ke rumahnya," ungkap Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono.

Baca juga: 2 Trenggiling Dilepasliarkan ke Taman Wisata Alam Sibolangit, Begini Wujudnya

Selanjutnya, temuan satwa dilindungi itu dilaporkan ke anggota Satreskrim Polres Agam lalu meneruskannya kepada BKSDA Sumbar.

Trenggiling

(Foto: Reuters)

"Hasil observasi petugas BKSDA, satwa dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan luka ataupun cacat dan masih mempunyai sifat liar sehingga memenuhi syarat untuk dilepaskan kembali ke alam," tambahnya.

Kedua ekor Trenggiling ini bakal dilepasliarkan ke kawasan hutan cagar alam Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Ardi menyampaikan apresiasi kepada dua warga yang dengan penuh kesadaran dan kepedulian telah ikut menyelematkan satwa langka dan dilindungi itu. Ia berharap hal ini dapat menjadi contoh dan teladan bagi warga lainnya dalam upaya konservasi satwa liar.

"Trenggiling adalah mamalia unik bersisik satunya-satunya dari famili Pholidota. Sisik pada Trenggiling yang berfungsi sebagai alat berlindung dari mangsa, namun saat ini menjadi ancaman karena menjadi target perburuan liar dan membawanya ke dalam status kritis (Critically Endangered/CR) berdasarkan daftar merah lembaga konservasi dunia, IUCN," ungkap Ardi.

Status konservasi dalam Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) adalah Appendix 1 yang artinya tidak boleh diperjualbelikan.

Baca juga: Bolehkah Memelihara Satwa Langka? Ini Penjelasan WWF

Di Indonesia larangan perburuan satwa dilindungi diatur dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 106 tahun 2018 dan Undang undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Di mana disebutkan bahwa setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup atau mati ataupun berupa bagian tubuh, telur dan merusak sarangnya. Adapun ancaman hukumannya ialah kurungan penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini