Heroik! Pria Ini Tumbalkan Nyawa demi Selamatkan Pengunjung Wanita di Wahana Zipline

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Minggu 07 November 2021 01:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 406 2497673 heroik-pria-ini-tumbalkan-nyawa-demi-selamatkan-pengunjung-wanita-di-wahana-zipline-gKC5am5Wfi.JPG Joaquin Romero (34), tewas mengenaskan usai selamatkan nyawa pengunjung wanita di wahana zipline (Foto: News.com.au)

SEORANG pria yang bekerja sebagai operator wahana zipline di California, Amerika Serikat (AS) dipuji sebagai pahlawan setelah rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan seorang turis yang mengalami masalah pada zipline. Pekerja itu jatuh setidaknya 21 meter dan sekarat beberapa hari kemudian.

Melansir News.com.au, Joaquin Romero (34) meninggal akibat luka parah yang dialaminya pada Senin lalu selepas dua hari ia menolong seorang wanita yang terdampar saat bekerja di La Jolla Zip Zoom Zipline, La Jolla Indian Reservation, Los Angeles, AS.

Pihak berwenang mengatakan, Romero jatuh lebih dari 20 meter ke tanah dan menderita luka akibat benturan benda tumpul.

Seorang saksi mengatakan, Romero sedang membantu seorang wanita yang terhubung ke peron ketika dia mulai meluncur. Tapi korban tidak bisa menghentikannya, jadi dia meraih tali kekangnya, menyebabkan mereka berdua hanyut di tali zip sekitar 30 meter.

Korban lalu memutuskan untuk melepaskan sabuk pengaman wanita itu karena takut bahwa berat gabungan mereka akan menyebabkan tali ritsleting jatuh.

Wanita yang dia bantu berhasil selamat dan tidak terluka sedikitpun. Namun, pria malang itu harus mengembuskan napas terakhirnya tak lama setiba di rumah sakit.

Baca juga: Hutan Karet di Bulukumba Disulap Jadi Wisata Alam, Ada Jungle Tracking hingga Flying Fox

Infografis Tempat Liburan Jabodetabek

Kepala Departemen Pemadam Kebakaran California, Frank LoCoco mengatakan kepada Union-Tribune bahwa Romero jatuh di kedalaman sekira 21 meter. Petugas pemadam kebakaran menyelamatkannya sebelum ia dilarikan ke rumah sakit, di mana ia kemudian meninggal.

Jalur zipline, yang dibuka pada 2015 silam, menampilkan wahana mendebarkan hingga 2.700 kaki di mana pengendara dapat mencapai kecepatan hingga 88 km/jam.

Siapapun dengan tinggi minimal 1,2 meter dan berat antara 29 hingga 113 kilogram dapat mengikuti tur berpemandu selama 90 menit, demikian informasi di website-nya.

Ketua La Jolla Band of Luiseño Indians, Contreras yang menjalankan kursus zipline di San Diego County mengatakan, penyelidikan mendalam dan komprehensif atas jatuhnya korban nyawa itu sedang berlangsung.

“Kami sedih dan patah hati atas kecelakaan tragis baru-baru ini yang melibatkan salah satu karyawan kami di La Jolla Zip Zoom Zipline,” ujar Contreras.

“Seperti perusahaan manapun, kami bangga memiliki lingkungan kerja yang aman dan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi pelanggan kami,” tambahnya.

Contreras menolak berkomentar lebih lanjut sampai penyelidikan oleh otoritas negara bagian dan federal rampung.

Baca juga: Wahana Labirin di Taman Hiburan Ambruk, Pengunjung Patah Tulang

Wahana ZipLine

(Foto: News.com.au)

“Kami meminta Anda bergabung dengan kami dalam menjaga karyawan kami dan keluarganya dalam doa-doa kami,” kata Contreras.

Sementara, adik ipar Romero, Rhonda Cuero Romero berujar kepada New York Post; “Kami hancur dan berduka,".

Jalur zipline tersebut kini ditutup sementara sejak insiden itu sambil menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini