Mengenal Keunikan Suku Bajo Melalui Festival Sombori di Sulawesi Tengah

Antara, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 406 2500155 mengenal-keunikan-suku-bajo-melalui-festival-sombori-di-sulawesi-tengah-baOApMxHXn.JPG Pulau Sombori di Sulawesi Tengah (Foto: Antara)

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) dan Kabupaten Morowali akan menggelar Festival Sombori dengan tujuan mengangkat keunikan lokal dan kehidupan masyarakat Suku Bajo.

Festival Sombori bertema Sombori Tourisme Festival 2021 ini rencananya akan di gelar tanggal 26-28 November 2021 di Pulau Sombori, Desa Mbokita, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

"Dalam proses perencanaan, Dinas Pariwisata menyarankan agar event ini lebih mengangkat bahari dan kehidupan masyarakat yang ada di situ, yaitu masyarakat Suku Bajo,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Nurhalis, Kamis (11/11/2021).

Menurut Nurhalis, selain memperkenalkan pesona laut di Pulau Sombori, pada festival ini para wisatawan akan diperkenalkan tentang seni dan budaya masyarakat di Pulau Sombori, termasuk kuliner khas di daerah tersebut.

“Sombori cukup terkenal karena beberapa kali sudah digelar festival semacam ini, namun kali ini yang kita inginkan agar melalui festival ini keunikan seni, budaya dan kuliner tradisional di Sombori juga mulai dikenal,” terangnya.

Baca juga: 6 Destinasi Wisata di Kota Palu, Pesonanya Mampu "Menyihir" Wisatawan

Infografis Wisata Alam Melonguane

Pada festival ini, akan melibatkan lebih banyak masyarakat lokal. Dengan harapan, masyarakat lokal maupun para pelaku usaha siap menyambut wisatawan lokal maupun mancanegara. "Ini upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal maupun UMKM di daerah wisata,” ucapnya.

Festival ini melibatkan beberapa instansi terkait dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai penanggungjawab kegiatan.

Festival Sombori mengagendakan parade tari tradisional, atraksi musik tradisional, parade lagu daerah, lomba dayung, lomba mancing, lomba perahu hias, lomba kriya, lomba voli pantai, lomba kuliner tradisional, bakti sosial kemah pemuda dan pemulihan tina tama Morowali.

“Ada juga band peformance dan fire dance yang akan menghibur pengunjung,” sambungnya.

Acara ini kata dia, dibuka secara umum untuk wisatawan dan tidak dipungut biaya. Pengunjung festival diharapkan bisa menyiapkan biaya pribadi untuk menuju lokasi festival maupun penginapan selama berada di Kabupaten Morowali.

“Tidak ada biaya karcis dan festival ini gratis. Kecuali makan, penginapan dan transportasi ya pengunjung sediakan sendiri,” terangnya.

Baca juga: Suguhan Wisata Alam Monosan di Sulteng, Paket Lengkap untuk Liburan

Selama festival berlangsung, pemerintah maupun HIPMI tetap akan memberlakukan protokol kesehatan ketat dan dipantau langsung oleh satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Morowali.

"Memang kalau Pulau Sombori ini tidak pernah tutup selama pandemi karena ini wisata yang berada di kawasan penduduk sehingga tidak diberlakukan penutupan wisata,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini