Tradisi Masturbasi Raja Mesir Kuno di Sungai Nil Agar Sungainya Berkah

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 406 2500314 tradisi-masturbasi-raja-mesir-kuno-di-sungai-nil-agar-sungainya-berkah-3vCPEUC07z.jpg Tradisi masturbasi raja Mesir kuno di Sungai Nil (Foto Freepik)

TRADISI masturbasi raja Mesir kuno di Sungai Nil salah satu ritual unik pada zaman dulu. Ritual ini juga dikenal sebagai tradisi kesuburan. Firaun atau raja Mesir kala itu melepaskan air maninya ke Sungai Nil tujuannya berharap keberkahan.

Sungai Nil sepanjang 6.650 kilometer merupakan sungai terpanjang di dunia dan bersejarah yang membelah sembilan negara; Ethiopia, Kongo, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, Sudan Selatan hingga Mesir.

Baca juga: 7 Tradisi Seks yang Aneh di Dunia, Ritual Masturbasi hingga Berbagi Istri

Sungai Nil, bagi orang Mesir kuno dianggap mendatangkan keberuntungan kepada mereka, seperti air, makanan, dan transportasi.

Selain itu, kehidupan mereka bergantung kepada Sungai Nil sebagai sumber kelembaban dan nutrisi untuk tanaman. Ini karena curah hujan hampir tidak ada di daerah tersebut.

 

Sungai Nil dapat membawa kekayaan dan kemakmuran bagi mereka. Namun, begitu musim kemarau, hal itu hanya akan mendatangkan kelaparan dan kematian.

Sebab itulah, orang Mesir Kuno melakukan tradisi kesuburan di tepi Sungai Nil secara berkala untuk mencegah sungai mengering.

Baca juga:  Ritual Seks Nyeleneh Suku Mangaia, Remaja 13 Tahun ML dengan Wanita Lebih Tua

Selama tradisi itu berlangsung, orang-orang akan berkumpul di sekitar sungai dan menunggu firaun. Ketika firaun tiba di tepi sungai, dia akan menanggalkan pakaiannya dan mulai bermasturbasi.

Firaun kemudian akan berejakulasi ke sungai, memastikan air maninya mengalir bersama arus. Ini dilakukan untuk menenangkan dewa agar air, kehidupan, dan kemakmuran tetap datang.

Setelah firaun, pria lain kemudian akan datang dan melepaskan air mani mereka juga. Seluruh proses tersebut diyakini telah membawa lebih banyak kemakmuran dan berkah bagi masyarakat.

Dalam versi awal mitos Mesir, sebelum segalanya, ada Atum. Atum adalah Tuhan penciptaan mereka. Kesendirian Atum dalam ketiadaan memotivasi untuk menciptakan dewa. Dan dengan kekuatan sucinya, dia membuat dewa kembar Shu dan Tefnut menjadi ada

 Ilustrasi

Sumber segala ciptaan diyakini berasal dari ejakulasi Atum. Orang Mesir kuno mengucap syukur dan menenangkan para dewa dengan menciptakan kembali kisah kehidupan.

Orang Mesir Kuno mengetahui tentang sifat-sifat air mani yang memberi kehidupan dan menggunakannya sebagai paralel untuk sifat-sifat pemberi kehidupan dari Sungai Nil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini