Mengenal Tradisi Suku Tujia di China, Calon Pengantin Wanita Menangis Selama 30 Hari Sebelum Nikah

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 406 2500848 mengenal-tradisi-suku-tujia-di-cina-calon-pengantin-wanita-menangis-selama-30-hari-sebelum-nikah-46kvTBV5kT.jpg Tradisi calon mempelai wanita menangis sebelum menikah (dok YouTube/Skedline)

JAKARTA - Suku Tujia merupakan etnis minoritas yang hidup di beberapa wilayah di China, seperti di Provinsi Hunan, Hubei, hingga Chongqing ini memiliki tradisi unik sebelum pernikahan.

Melansir Global Times, calon pengantin wanita di Tujia harus menangis selama satu jam sehari hingga 30 hari menjelang pernikahannya.

Tak cuma sang mempelai, ibu hingga saudara lainnya juga harus ikut menangis bersama.

 Suku tujia

Baca Juga:

Yuk Jelajahi Kota Taif, Saksi Bisu Kenangan Rasulullah Berdakwah

7 Destinasi Wisata Populer di Ibu Kota yang Terhubung Transjakarta, Auto Hemat Ongkos

Tradisi ini bernama Zuo Tang atau duduk bersama di aula ini bertujuan untuk menunjukkan rasa bahagia dan cinta mendalam.

Tradisi menangis sebelum menikah ini diperkirakan telah ada sejak zaman perang di China (475-221 sebelum masehi).

Berdasarkan catatan sejarah, konon ada seorang putri dari Negeri Zhao yang dinikahkan dengan Pangeran di Negeri Yan.

Ketika putri tersebut hendak dinikahkan, menjelang keberangkatannya sang ibu menangis dan memintanya untuk pulang sesegera mungkin.

Konon, kisah itulah yang menjadi awal mula kebiasaan tradisi menangis sebelum menikah di beberapa daerah di China, tak terkecuali Suku Tujia.

Biasanya tradisi ini dimulai ketika calon penganti wanita menangis di ruang keluarga. 10 hari setelahnya, sang calon mempelai ditemani ibu untuk menangis bersama.

Kemudian, 10 hari berikutnya, nenek akan menyusul ibu dan calon mempelai untuk menangis bersama.

10 hari terakhir, saudara perempuan calon mempelai dan tantenya akan bergabung di tradisi tersebut.

Tak sekadar menangis, tradisi ini juga akan diiringi musik misalnya 'Lagu Tangisan Pernikahan' atau "Crying Marriage Song". Lagu ini sudah seperti hymne yang mengiringi tradisi tersebut.

(nia)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini