Asyik, 1.721 Hotel, Restoran dan Kafe di Jakarta Sudah Tersertifikasi CHSE

Antara, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 406 2501050 asyik-1-721-hotel-restoran-dan-kafe-di-jakarta-sudah-tersertifikasi-chse-LCFv2Mbg5X.jpg Ilustrasi kafe (Freepik)

DINAS Pariwisata DKI Jakarta mencatat 1.721 akomodasi pariwisata, yakni hotel, restoran dan kafe di Ibu Kota sudah mengantongi sertifikat penerapan protokol kesehatan berbasis Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Keberlanjutan Lingkungan (CHSE).

"Kami berharap upaya ini mengembalikan kepercayaan turis baik domestik dan mancanegara," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata dalam sesi diskusi di Jakarta Investment Forum, Jumat.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Populer di Ibu Kota yang Terhubung Transjakarta, Auto Hemat Ongkos

Dia menjelaskan penerapan sertifikasi CHSE itu diharapkan mendorong perbaikan sektor pariwisata di DKI Jakarta saat penyesuaian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM yang kini sudah diturunkan menjadi level satu.

Tak hanya itu, kasus COVID-19 di DKI Jakarta yang terkendali juga diharapkan semakin memberi nilai tambah bagi geliat pariwisata Ibu Kota.

 

Pemprov DKI melakukan penyesuaian terhadap 18 sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata dengan pembukaan secara bertahap ketika PPKM di Jakarta turun menjadi level satu.

 Baca juga: 5 Spot Foto Prewedding Instagramable dan Unik di Jakarta, Mana Favoritmu?

Sementara itu, lanjut dia, untuk mendukung kesehatan wisatawan mancanegara yang tiba di Tanah Air melalui Jakarta, saat ini ada 12 akomodasi untuk karantina mandiri.

Kemudian, ada 55 akomodasi untuk karantina pelaku perjalanan lokal untuk memastikan baik turis mancanegara berwisata di Ibu Kota.

Dinas Pariwisata DKI, imbuh Andhika, juga memiliki program wisata kota di antaranya di kawasan Cikini dengan Jakarta Experience Board.

Ia pun berharap kerja sama sektor swasta untuk sama-sama mendorong momentum COVID-19 di Jakarta yang terkendali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di sektor pariwisata.

Dalam pemaparan, Andhika menjelaskan bahwa sektor pariwisata di Jakarta terpukul dengan pandemi COVID-19.

 Ilustrasi

Pada 2020, total penerimaan pajak dari sektor hiburan, hotel dan restoran di Jakarta turun 53,4 persen dari Rp6,24 triliun pada 2019 menjadi Rp2,9 triliun pada 2020.

Selama 2020, total sebanyak 7,1 juta wisatawan domestik dan asing berkunjung ke Jakarta atau merosot 82 persen dibandingkan kondisi 2019 mencapai 40,8 juta orang.

Apabila dirinci, selama 2020 wisatawan domestik ke Jakarta mencapai sekitar 7,1 juta dan wisatawan mancanegara mencapai hampir 40 ribu orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini