Berlayar di Labuan Bajo, Intip Desain Kapal Phinisi Rancangan Ridwal Kamil

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis · Minggu 14 November 2021 04:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 13 406 2501173 berlayar-di-labuan-bajo-intip-desain-kapal-phinisi-rancangan-ridwal-kamil-XTR5cqlUzw.jpg Kapal Phinisi Rancangan Ridwan Kamil (dok Istimewa)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Kepariwisataan Jabar (Perseroda) atau Jaswita Jabar menghadirkan kapal phinisi istimewa di Labuan Bajo, NTT.

Kehadiran kapal phinisi yang dirancang khusus oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil tersebut merupakan salah satu upaya promosi pariwisata Jabar sekaligus pengembangan bisnis Jaswita Jabar di salah satu Destinasi Super Prioritas yang dikembangkan di Indonesia itu.

Direktur Utama (Dirut) PT Jaswita Jabar, Deni Nurdiana Hadimin mengatakan, kehadiran kapal phinisi milik Jabar di Labuan Bajo sebagai salah satu implementasi visi Jabar Juara Lahir Bathin yang diusung Gubernur Ridwan Kamil, khususnya di sektor pariwisata.

"Di usianya ke ke-4 tahun ini, kami ingin melebarkan sayap pengembangan pariwisata Jabar, maka kita hadirkan kapal phinisi di Labuan Bajo, NTT. Ini juga menjadi wujud visi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil," ujarnya, Jumat (12/11/2021)

Baca Juga:

 Wisata Baru, Jerome Polin Kunjungi Tempat Outbound Terbesar di Jepang

Tradisi Berbagi Istri di Nepal, 1 Wanita Bisa Punya Banyak Suami

Menurut Deni, kapal phinisi bernama Leticia ini terbilang istimewa. Selain memiliki fasilitas yang lengkap, kapal phinisi ini dirancang dengan budaya Sunda.

Lebih istimewanya lagi, kata Deni, kapal phinisi ini pun dirancang khusus oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

"Bisa dibilang kapal phinisi kita ini paling keren, paling lengkap dan didesain dengan budaya Sunda lewat sentuhan tangan Kang Emil (Ridwan Kamil)," kata Deni.

Lebih lanjut Deni mengatakan, langkah terobosan yang dilakukan pihaknya ini diharapkan bisa semakin mengangkat pariwisata Jabar di tingkat nasional sekaligus memupus anggapan Jabar 'jago kandang'.

"Ini jadi tantangan Jaswita ke depan, agar tidak hanya jago kandang. Kebetulan, Labuan Bajo itu salah satu labuan yang secara kebetulan pusat ada keberpihakan kepada itu. Jadi, Bajo salah satu pelabuhan yang disiapkan pemerintah pusat, saya punya keyakinan dalam waktu dua tahun ke depan, Bajo akan menjadi hebat seperti Bali," tuturnya.

Deni mengakui, pengembangan bisnis kepariwisataan di Labuan Bajo ini memang menyasar wisatawan-wisatawan kelas premium. Dia menyebutkan, harga sewa kapal phinisi tersebut mencapai Rp75 juta per hari.

"Di Labuan Bajo ini kita tawarkan wisata laut karena banyak pulau-pulau kecil dan itu wisata premium, beda sama wisata Pangandaran dan sebagainya. Orang yang datang ke sana itu dipastikan orang yang punya duit karena sewa Phinisi itu Rp75 juta per hari," tuturnya.

Disinggung nilai investasinya, Deni menyebutkan, pihaknya telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk merancang bangun kapal phinisi tersebut dan diharapkan dalam tiga tahun ke depan sudah break event point (BEP).

"Kapal phinisi ini sudah beroperasi dan nilai investasinya mencapai Rp8 miliar dan sementara ini kita maksimal Rp10 miliar.

Dalam hitungan kalkulasi, dalam tiga tahun kita bisa BEP dan ini diamini oleh teman teman di Komisi III (DPRD Jabar)," katanya.

"Sebulan itu target kita delapan trip dan bulan ini saja sudah ada lima trip," lanjut Deni.

Melihat besarnya peluang bisnis pariwisata di Labuan Bajo, tambah Deni, pihaknya berencana menghadirkan tiga unit kapal phinisi baru di Labuan Bajo hingga 2023 mendatang.

"Kita juga kolaborasi dengan pemerintah setempat (NTT). Kita punya ruang di sana karena dalam bisnis itu ada ruang ada kesempatan. Walaupun punya uang, tapi tidak ada kesempatan tetap saja akan sulit," tandas Deni. 

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini