Share

Penguin Langka Terdampar di Pantai, Warga Heboh Sempat Mengira Boneka

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 15 November 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 406 2502025 penguin-langka-terdampar-di-pantai-warga-heboh-sempat-mengira-boneka-fOTqFnTrTu.png Si Pingu, penguin yang terdampar di pantai Selandia Baru (Herry Singh/BBC)

PENGUIN jenis Adélie (Pygoscelis adeliae) ini pertama kali ditemukan oleh Harry Singh saat dia dan istrinya sedang berjalan-jalan di pantai kawasan Birdlings Flat, 45 kilometer sebelah selatan Kota Christchurch, Selandia Baru.

"Pertama saya mengira itu boneka. Tapi tiba-tiba penguin tersebut menggerakkan kepalanya, baru saya menyadari itu penguin sungguhan," kata Harry kepada BBC.

Baca juga:  Penguin Ini Loncat ke Perahu Turis saat Dikejar Kawanan Paus Lapar

Penguin tersebut belakangan dinamai Pingu oleh para warga setempat. Keberadaan Pingu sendiri terbilang langka karena selama ini hanya ada tiga penampakan penguin jenis Adélie yang tercatat di Selandia Baru.

Saat ditemukan di pantai, Pingu tampak tersesat dan sendirian sebagaimana terlihat dalam tayangan rekaman video yang diunggah Harry Singh ke Facebook.

"Dia tidak bergerak selama satu jam ... dan [terlihat] keletihan," ujar Singh.

Karena penguin itu tidak berenang ke laut, Singh khawatir hewan tersebut bisa menjadi target binatang predator di pantai. Singh lantas memanggil para penyelamat penguin.

"Kami tidak mau penguin itu berada di dalam perut anjing atau kucing," cetusnya.

Baca juga: 5 Lokasi Syuting Film Mulan di China dan New Zealand, Cocok untuk Berwisata

Singh akhirnya dapat menghubungi Thomas Stracke, sosok yang merawat penguin di sebelah selatan Selandia Baru selama 10 tahun.

Stracke terkejut ketika mendapati bahwa penguin itu jenis Adélie, spesies yang hanya hidup di kawasan Antartika.

Stracke, bersama seorang dokter hewan, kemudian menyelamatkan Pingu.

Serangkaian tes darah yang dilakukan terhadap Pingu menunjukkan bobot tubuh penguin tersebut sedikit kurang dan mengalami dehidrasi. Pingu lalu diberikan cairan dan makanan melalui selang khusus.

Begitu kondisinya segar bugar, Pingu akan dilepaskan ke sebuah pantai di Semenanjung Banks yang tidak ada anjing berkeliaran.

Penemuan penguin Adélie di Selandia Baru hanya tercatat tiga kali. Dua peristiwa sebelumnya terjadi pada 1993 dan 1962.

Ilustrasi

Para pakar berpendapat bahwa ada pertanda buruk jika masyarakat Selandia Baru semakin sering menyaksikan penguin Adélie di masa mendatang.

"Menurut saya, jika kita mulai kedatangan penguin Adélie setiap tahun, sesuatu berubah di laut yang kita perlu pahami," papar Profesor Philip Seddon, guru besar zoologi di Universitas Otago kepada The Guardian.

"Lebih banyak kajian akan memberikan kita pemahaman lebih banyak ke mana penguin pergi, apa yang mereka lakukan, tren populasinya seperti apa. Intinya mereka akan memberitahu kita mengenai kesehatan ekosistem bahari secara umum," ujar Seddon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini