Share

7 Mitos Gunung Lawu, Tempat Ritual hingga Pasar Setan

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 406 2502398 7-mitos-gunung-lawu-tempat-ritual-hingga-pasar-setan-7nInq1axZj.jpg Pendaki di Gunung Lawu (dok Antara/Siswowidodo)

4. Diikuti oleh Penunggu

 

Beberapa pendaki sempat melihat tanda-tanda keberadaannya penunggu Gunung Lawu.

Misalnya yang dialami oleh stand up comedian, Dzawin Nur Ikram. Ia melakukan pendakian hanya berdua bersama temannya. Saat sampai di pos 4, tepatnya pukul 20.00 WIB, hawanya terasa berbeda.

Untuk melawan rasa takut tersebut, Dzawin dan temannya masuk ke dalam tenda dan menyetel lagu Kangen Band sekencang-kencangnya. Konon di pos 4 itu merupakan tempat paling angker, dan jarang ada yang berani mendirikan tenda.

5. Tempat Ritual Malam 1 Suro

Gunung Lawu juga kerap dijadikan tempat ritual pada malam 1 Suro, atau malam pergantian Tahun Baru Islam 1438 Hijriah. Sebagian orang biasanya akan melakukan berbagai hal.

Kegiatan yang biasa dilakukan pada malam 1 Suro mulai dari sekadar berziarah ke spot-spot yang disakralkan, hingga bersemedi dan berdoa untuk meminta kelancaran rezeki maupun karier.

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Wahyu Kurnia, seorang pegiat alam yang telah berulang kali mendaki puncak Gunung Lawu. Menurutnya, menjelang malam 1 Suro, para pendaki Gunung Lawu datang berbagai kalangan.

"Peziarahnya banyak kalau malam 1 Suro itu. Banyak yang sudah mbah-mbah, banyak umat Hindu juga, terus ada yang memang datang khusus untuk 'meminta' sesuatu. Saya sendiri waktu itu datang bersama rombongan, karena memang mendapat 'undangan' dari yang 'di atas', istilahnya yang empunya Gunung Lawu," tutur Wahyu Kurnia saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini