Menikmati Nisa Bea, Pulau Kecil dengan Sejuta Pesona di NTB

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 408 2502622 menikmati-nisa-bea-pulau-kecil-dengan-sejuta-pesona-di-ntb-XjB6iucDZW.jpg Pulau Nisa Bea di Kabupaten Bima, NTB (Facebook Wisata Tour & Travel Bima)

HIJRAH membagikan pengalamannya liburan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu. NTB tak asing bagi pemuda asal Jakarta itu, karena ia sudah beberapa kali memandu wisatawan ke sana.

Tapi, kunjungannya ke NTB kali ini terasa lebih istimewa karena didampingi perempuan tercinta yang baru dinikahinya. Pasangan ini memilih Pulau Nisa Bea untuk tujuan liburan sekaligus bulan madu.

Nisa Bea secara administrasi berada di Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, NTB. Pulau kecil nan memesona tersebut tak berpenghuni. Kondisinya masih asri, belum terlalu banyak terjamah turis.

Baca juga: 5 Pantai Eksotis di Mandalika Wajib Jajal, Jangan Lupa Bawa Pasangan Ya!

Hijrah dan istri baru pertama kali ke Nisa Bea atas rekomendasi kenalannya bernama Iskandar alias Giss Nandar.

ilustrasi

Pulau Nisa Bea di Bima (Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

"Tuhan selalu bersama orang-orang nekat, sebuah kata yang saya Aminkan ketika mengenal jauh sosok Pak Iskandar dari Desa Karumbu," tutur Hijrah saat berbincang dengan MNC Portal Indonesia beberapa waktu lalu.

Hijrah mulanya hanya modal nekat berbulan madu di NTB. Tak disangka, Hijrah dibawa ke Pulau Nisa Bea berkat kenalannya dengan para pemandu wisata lokal.

Hijrah dan istri awalnya diajak oleh pemandu wisata lokal, Akhyar ke Desa Karumbu. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Giss Nandar di Dermaga Nusantara, Desa Karumbu.

"Perjalanan saya tempuh kurang lebih 40 menit dari Bandara Muhammad Salahudin, di dermaga saya disambut oleh Pak Iskandar atau sering disebut Pak Giss Nandar, pertukaran senyum terjadi di bibir dermaga Nusantara, dermaga yang akan menghantar saya menuju Pulau Nisa bea sebuah pulau yang berada di Teluk Waworada," beber Hijrah.

 Baca juga: Wah, Ternyata Bima Punya Potensi Wisata Luar Biasa

Hijrah mengaku masih ingat betul tawaran pertama untuk menjajaki Pulau Nisa Bea terlontar dari bibir Akhyar. Kata Hijrah, Akhyar sangat bersemangat mempromosikan Pulau Nisa Bea. Hijrah pun tertarik dengan berbagai cerita yang ditawarkan Akhyar.

 ilustrasi

Pulau Nisa Bea di Bima (Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

"Jadilah saya beserta istri memilih Pulau Nisa bea yang mempunyai luas 13 hektar ini menjadi destinasi honeymoon berikutnya. Pulau kecil tak berpenghuni dengan sejuta pesona," ucapnya.

Menurut Hijrah, tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai ke Pulau Nisa Bea. Hanya butuh waktu 15 menit perjalanan menggunakan kapal dari Dermaga Nusantara, para wisatawan sudah bisa menginjak bentangan pasir halus Pulau Nisa bea.

"Saya dan istri dibuat kagum oleh jernih air laut dan gradasi hijau tosca Nisa Bea, terumbu karang pun sudah bisa kita lihat saat kapal memelankan lajunya untuk bersandar di dermaga Nisa Bea," ungkapnya.

Bukan hanya kagum akan panorama indah di Nisa Bea, Hijrah mengaku juga terenyuh dengan perjuangan Pak Giss Nandar. Pak Giss Nandar berkeinginan besar memajukan Pulau Nisa Bea menjadi destinasi wisata. Kata Hijrah, Pak Giss Nandar tak ingin warga lokal hanya bergantung menjadi nelayan.

"Pak Giss Nandar ingin sekali melihat warga desa tidak lagi hanya menggantungkan nasib hanya sebagai nelayan," jelasnya.

Kepada Hijrah, Iskandar menceritakan perjuangannya merawat Nisa Bea agar bisa menjadi daya tarik wisatawan. Bahkan, Iskandar tak ragu untuk mengocek kantong pribadinya untuk belajar transplatasi karang atau hanya sekadar mengundang teman-teman dari berbagai komunitas, memperkenalkan kemolekan Nisa bea.

Tak ayal, pada 2014 Nisa Bea yang hanya dikenal hanya oleh penduduk setempat telah menjadi destinasi baru yang dikenal oleh teman-teman traveler. Hal itu, kata Hijrah, memang tak lepas dari campur tangan Iskandar.

 ilustrasi

"Pak Iskandar mengenang bagaimana dia bersusah payah memberi pengertian terhadap keluarga dan penduduk setempat mengenai harapan wisata di Nisa Bea. Bahkan, Pak Iskandar sampai dilabeli orang gila yang tidak punya pekerjaan," beber Hijrah.

"Sebab, yang Pak Iskandar tahu hanya bersih-bersih areal Nisa Bea agar pengunjung bisa duduk-duduk setelah puas bermain air dan menikmati matahari tenggelam di ujung pulau Nisa Bea," sambungnya.

Perjuangan Iskandar tak sia-sia. Kini Nisa Bea sudah lumayan dikenal sebagai destinasi wisata baru di NTB. Bahkan, Nisa Bea kini telah memiliki camping ground. "Belum lagi ikan nemo lucu yang siap menyambut teman traveler di megahnya kedalaman Nisa Bea," imbuh Hijrah.

Keindahan panorama Nisa Bea sangat menawan. Hamparan pasir yang luas serta jernihnya air laut memanjakan mata setiap waktunya. Kehidupan flora dan fauna di Nisa Bea pun menjadi beragam. Kalau beruntung, pengunjung akan disuguhkan oleh penampakan burung maleo.

Tak hanya itu, Nisa Bea bahkan kini sudah bisa memberikan penghasilan lebih untuk warga Desa Karumbu. Mulai dari penitipan parkir yang di patok hanya Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil, sampai kapal nelayan yang hilir-mudik untuk mengantar wisatawan menikmati keindahan Nisa bea.

 ilustrasi

"Terima kasih Pak Iskandar telah menjadi orang nekat. Semua dedikasi jelas nyata telah saya nikmati beserta istri, semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi sektor wisata agar Bima bisa menjadi 'Bali Baru' seperti mimpi besar Pak Iskandar," ungkap Hijrah.

"Agar Bima bukan lagi hanya menjadi tempat singgah menuju Labuhan Bajo atau menuju Lombok, tapi Bima menjadi kota wisata yang ramah bagi semua teman traveler yang menawarkan cerita dan pengalaman baru," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini