Bali Perketat 94 Objek Wisata Jelang Libur Nataru, Masa Karantina Diusulkan 1 Hari

Antara, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 406 2502956 bali-perketat-94-objek-wisata-jelang-libur-nataru-masa-karantina-diusulkan-1-hari-fxwkThe4gl.JPG Ilustrasi (Foto: Instagram/@kemu_mai_melali)

DINAS Pariwisata Provinsi Bali siap menyambut kedatangan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang akan menikmati momen libur Natal hingga pergantian tahun dengan melakukan pengetatan di 94 objek wisata.

Plt Kadispar Bali, Tjok Bagus Pemayun berujar bahwa pihaknya menyiapkan langkah-langkah SOP dalam penanganan wisatawan dan pengetatan di sejumlah kawasan objek pariwisata di Pulau Bali.

"SOP untuk wisatawan mancanegara saat tiba di Pulau Dewata Bali antara lain pemeriksaan dokumen perjalanan, surat vaksin, PCR, kemudian wisman tersebut akan di bawa menuju hotel untuk dikarantina," ujarnya.

Terkait masa karantina bagi wisman yang semula diberlakukan selama tiga hari, pihaknya kini mengusulkan kepada pemerintah pusat agar masa karantina bagi turis asing hanya satu hari, untuk menjaring minat para wisman berlibur ke Bali.

Baca juga: Bali Batasi Kunjungan Turis Asing saat Libur Natal dan Tahun Baru

Spot Kerajinan Tangan di Bali

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, Provinsi Bali juga mengusulkan lima negara tambahan setelah 19 negara yang sudah diizinkan masuk ke Indonesia, khususnya Bali. Kelimanya adalah Australia, Amerika Serikat, Rusia, Jerman dan Inggris.

Selain penerapan SOP bagi wisman, pihaknya juga melakukan pengetatan di objek wisata di Bali yang sudah mempunyai Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability).

Menurut dia, ada 94 objek wisata di sembilan kabupaten di Bali yang sudah mempunyai sertifikat CHSE dan siap memberlakukan pengetatan bagi pelancong untuk menghindari klaster penyebaran virus Covid-19 di objek wisata.

"Memperketat CHSE di objek wisata dimulai dari pintu masuk, petugas menyiapkan alat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh bagi wisatawan, kemudian mereka diwajibkan pengisi aplikasi PeduliLindungi yang sudah terpasang di objek wisata tersebut," paparnya.

Pengetatan SOP kepada wisatawan mancanegara dan pengetatan CHSE di objek wisata Pulau Dewata Bali ini tak lain bertujuan untuk menghindari penularan virus Covid-19 gelombang ketiga saat momen libur Natal-Tahun Baru tiba.

Baca juga: Liburan ke Bali, Ini 5 Tempat Belanja Oleh-Oleh Khas Pulau Dewata

Wisata Bali

Tjok Bagus Pemayun mengatakan, pasca-pandemi ini pariwisata Bali harus digarap dengan lebih serius lagi untuk menuju pariwisata budaya Bali berkualitas dan berkelanjutan.

"Membangun pariwisata budaya Bali, ibarat membangun rumah dengan 5 pilar, yaitu akademisi, bisnis, community, government dan media (abcgm). Kelima pilar ini sama-sama saling dukung dan memiliki tujuan yang sama untuk kemajuan kita bersama, maka pariwisata Bali pasti akan kuat, kokoh dan tentu akan terwujud pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini