Permohonan Paspor ke Luar Negeri Meningkat, Keperluan Wisata dan Umrah Dominan

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 406 2503032 permohonan-paspor-ke-luar-negeri-meningkat-keperluan-wisata-dan-umrah-dominan-zXuSY1AJsO.JPG Ilustrasi (Foto: Discovery Indonesia)

PENURUNAN level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat permohonan pelayanan paspor dari warga Malang dan sekitarnya yang hendak berwisata ke luar negeri meningkat.

Tren ini terlihat sejak PPKM turun sejak Oktober 2021 hingga menjelang awal November di delapan wilayah yang menjadi cakupan wilayah layanan Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Malang, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan. Kemudian Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Ramdhani mengakui, permintaan permohonan paspor melonjak tajam imbas penurunan level PPKM sejak sebulan terakhir ini.

Lonjakan permohonan kepengerusan paspor ini terjadi di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, dan kantor-kantor Unit Kerja Keimigrasian (UKK) tiga wilayah lain.

“Kuota kita 25 (pemohon paspor) sudah melonjak sekitar 50, punya kuota di ULP (Unit Layanan Paspor) sendiri ada 25, kita punya kuota di UKK (Unit Kerja Kemigrasian) kota dan kabupaten 25, jadi total 100 permohonan sehari,” ucap Ramdhani.

Infografis Paspor

Peningkatan permohonan paspor ini kata da, seiring pembukaan perbatasan di negara-negara yang sebelumnya menutup perbatasan imbas pandemi Covid-19, yang sebelumnya terjadi.

“Kondisi saat ini pandemi mulai surut dan negara-negara mulai membuka kegiatan atau orang-orangnya untuk masuk, terutama untuk sarana ibadah di Arab Saudi sendiri, untuk umrah sudah mulai buka, otomatis pasti akan terjadi ledakan masif yang terjadi di kantor-kantor imigrasi yang melakukan pembuatan paspor, baik untuk haji umrah, maupun bidang yang lain, baik untuk bekerja maupun liburan,” jelasnya.

Tercatat kegiatan berwisata dan umrah menjadi salah satu dominasi terbanyak kepengerusan paspor di wilayah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang. Berdasarkan data 69 persen paspor didominasi tujuan wisata, dengan negara Singapura yang jadi favorit, sedangkan ada 13 persen kepengurusan paspor untuk umrah ke Arab Saudi.

“Kondisi saat ini pandemi mulai surut, dan negara-negara mulai membuka kegiatan, atau orang - orangnya untuk masuk, terutama untuk sarana ibadah di Arab Saudi sendiri, untuk umrah sudah mulai buka,” sebut Ramdhani.

Selain untuk wisata dan umrah tadi, aktivitas belajar di luar negeri menjadi nomor tiga yang mendominasi kepengurusan paspor dengan presentase 9 persen, disusul 6 persen untuk bekerja di sektor formal, lalu 2 persen kepengurusan paspor untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dan sisanya 1 persen untuk berobat ke luar negeri.

Antusiasme masyarakat untuk pelesir ke luar negeri membuat pihaknya mengajukan tambahan kuota sebesar 10-25 pemohon untuk di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang sendiri. Permohonan ini diajukan ke pusat demi memfasilitasi masyarakat yang antusias mengurus paspornya.

“Kalau kurang juga kita akan evaluasi, segmennya seperti apa, kalau pun masih kurang juga akan kita naikkan juga. Jadi ada step-stepnya enggak langsung sekaligus kita naikkan. Jadi masyarakat pun akan memberikan apresiasi dan kepuasan. Saya tidak mau masyarakat jauh-jauh sampai di kantor mereka tidak bisa terlayani,” paparnya.

Paspor Indonesia

(Ilustrasi, Foto: Ist)

Pihaknya pun bertekad mempermudah kepengurusan paspor kepada para pemohon, salah satunya dengan menerapkan sistem drive thru sejak awal pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia dan Malang khususnya. Proses ini diklaim bisa mempercepat dan mempermudah pelayanan pemohon paspor, yang saat ini seluruhnya dilakukan dengan cara online.

“Kita sudah membuat layanan drive thru, mungkin layanan ini belum di kantor-kantor pemerintah yang melakukan itu, namun dengan keterbatasan lahan parkir, alhamdulillah kita miliki layanan drive thru untuk masalah pelayanan paspor tidak bisa manual, semuanya serba online,” tutup Ramdhani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini