Share

Jakarta Binale Pameran Seni Tertua di Indonesia Kembali Digelar, Dimeriahkan 38 Seniman Hebat

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 406 2503906 jakarta-binale-pameran-seni-tertua-di-indonesia-kembali-digelar-dimeriahkan-38-seniman-hebat-Dbk6fRmJRe.jpg Konferensi pers Jakarta Biennale 2021 (MPI/Novie)

JAKARTA Biennale kembali digelar setelah empat tahun tertunda. Pameran seni terbesar dan tertua di Indonesia itu akan berlangsung selama dua bulan mulai 21 November 2021 hingga 21 Januari 2022 di Museum Nasional dan Museum Kebangkitan Nasional (STOVIA), Jakarta Pusat.

Jakarta Biennale kali ini bertema ‘ESOK’, sebuah persembahan bagi Kota Jakarta dan penduduknya yang terbelenggu selama pandemi COVID-19. Sedikitnya 38 seniman Indonesia dan internasional akan memeriahkan pameran ini.

 Baca juga: 7 Destinasi Wisata Populer di Ibu Kota yang Terhubung Transjakarta, Auto Hemat Ongkos

Direktur Program Farah Wardani mengatakan, tema ESOK ini sekaligus sebagai sebuah ajakan dan panggilan untuk membangun masa depan yang penuh harapan, lebih lenting, dan lebih kreatif.

Ia melanjutkan, ESOK dibayangkan sebagai sebuah tantangan bagi para seniman untuk mewujudkan visi masing-masing.

 

"Tantangan ini menyentuh berbagai permasalahan kehidupan hari ini hak asasi manusia, krisis iklim, keberagaman, pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, diskursus kebudayaan, hingga gangguan digital dan situasi pandemi," katanya saat konferensi pers Jakarta Binale 2021 di Gedung STOVIA, Jakarta Pusat, Kamis (18/11/21).

Melalui pendekatan "aktivisme kuratorial", strategi dan praktek seni dihadirkan lewat beragam medium, platform, ruang fisik dan virtual, seni relasional dan partisipatoris, serta arsip sebagai basis pengkaryaan dan produksi pengetahuan.

 Baca juga: Peta Bintang Tertua di Dunia Berusia 3.600 Tahun Segera Dipamer di Museum

Sementara itu Artistic Director, Dolorosa Sinaga mengatakan, sebagai kegiatan seni kontemporer terpanjang dalam sejarah indonesia, selama 47 tahun Jakarta Biennale telah mendokumentasikan apa yang dikatakan dan dilakukan tentang sens pada dunia sekitar.

"Jakarta Biennale merupakan tolok ukur dalam dunia seni di Indonesia," terangnya.

Selain itu, ini merupakan sebuah tantangan bagi para seniman dalam mengeksplorasi tentang nilai-nilai kemanusiaan melalui sentuhan karya seni.

"ESOK adalah perubahan dalam semua lini kegiatan manusia agar menjujung tinggi nilai kemanusiaan. Bagi kebahagiaan umat manusia di bumi," tuturnya.

 Ilustrasi

Jakarta Biennale merupakan satu-satunya kegiatan seni kontemporer di Jakarta yang berskala besar, nirlaba, dan berorientasi publik. Event ini masih merupakan representasi dan tolok ukur tentang apa yang dilakukan dan dikatakan oleh lanskap seni kontemporer tentang dunia, atas nama Jakarta dan Indonesia, bergantung pada perubahan zaman.

Nantinya ada 38 seniman Indonesia dan internasional yang berpartisipasi, dalam kolaborasi dengan lebih dari 50 kolektif multi-disipliner, komunitas, dan penampil Indonesia dari negara-negara termasuk Amerika Serikat, Cina dan Korea Selatan, berpameran di Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional (STOVIA), dan ruang-ruang public di area Jakarta Pusat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini