Angela Tanoesoedibjo: Kemenparekraf Genjot Pengembangan Ekosistem Ekraf Digital

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 406 2504000 angela-tanoesoedibjo-kemenparekraf-genjot-pengembangan-ekosistem-ekraf-digital-jmsKgkVCOJ.jpg Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Okezone.com/Arif Julianto)

PERKEMBANGAN teknologi dan digitalisasi yang makin canggih, jadi tantangan yang harus dihadapi di dunia industri 4.0 saat ini. Termasuk pada dunia industri ekonomi kreatif, seperti dunia fesyen Muslim.

Seperti industri ekonomi kreatif lainnya, contohnya kriya dan kuliner, industri fesyen Muslim harus mampu melakukan adaptasi yang lebih cepat dengan digitalisasi, dalam upaya untuk terus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di tengah distruksi digital.

Baca juga: Angela Tanoesoedibjo: Jakarta Muslim Fashion Week Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengatakan berbagai program sudah diluncurkan Kemenparekraf untuk mencapai tujuan tersebut.

 

“Berbagai program dilakukan, di antaranya Bangga Buatan Indonesia yang mendukung produk-produk ekraf lokal bisa go digital dan disertai dengan pendampingan. Sehingga bukan cuma sekedar bertahan, tetapi juga berkembang di dalam ekosistem ekonomi digital,” jelas Wamenparekraf Angela, ketika ditemui dalam gelaran Embracing Jakarta Fashion Muslim Week di Aquatic GBK, Senayan, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Bukan cuma pendampingan kepada para pelaku industri ekonomi dan kreatif lokal. Kemenparekraf disebutkan Ketua DPP Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital & Kreatif tersebut juga tengah melakukan program stimulus ekonomi, agar nilai penjualan sektor industri ini bisa semakin bertambah.

Baca juga: Luncurkan BLU Borobudur, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Paduan Cagar Budaya & Wisata

“Melalui program pemulihan ekonomi nasional lewat stimulus Bangga Buatan Indonesia, kami mendorong peningkatan transaksi penjualan produk ekraf secara nasional. Khususnya di sektor fashion, kriya, dan kuliner, melalui penyediaan voucher dan diskon di berbagai platform digital,” tutupnya singkat.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini