15 Makanan Khas Batam, Cita Rasanya Bikin Pengen Nambah

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 21 November 2021 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 301 2505009 15-makanan-khas-batam-cita-rasanya-bikin-pengen-nambah-YPSxhkiGrO.jpg Mi Sagu Batam (dok Facebook Mie Sagu Batam)

JAKARTA - Batam dikenal sebagai segitiga persimpangan untuk perdagangan antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Berkat posisinya itu, Batam dikenal sebagai pusat bisnis yang ramai.

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Batam, jika tidak mencoba makanan khasnya.

Dirangkum Okezone, berikut 15 makanan khas Batam yang wajib dicoba:

1. Mi Sagu

Mi sagu memiliki tekstur yang kenyal, ukurannya yang besar dan aroma khas-nya berasal dari aroma sagu yang pekat bercampur dengan bumbu dan rempah-rempah.

Kudapan satu ini biasanya disajikan bersama dengan taburan tauge, tambahan telur, bakso ikan, udang atau bahkan potongan ikan.

Menariknya lagi mi sagu ini disajikan dengan kuah air dingin, bukan panas seperti jenis olahan mi lainnya.

2. Mi Lendir

Mi Lendir terbuat dari campuran antara mi kuning dan mie putih, yang dilengkapi dengan tauge, telur rebus, potongan cabai hijau, seledri, dan bawang goreng.

Kuahnya berwarna cokelat dan lebih kental, sehingga disebut dengan mi lendir. Kemudian rasanya yang manis, dan tekstur kentalnya berasal dari adanya campuran tepung kanji di dalamnya.

Baca Juga:

Awas! Jangan Pesan Minuman Hangat di Pesawat, Faktanya Bikin Kaget

Pelancong Harus Tahu, Rayakan Malam Tahun Baru di Bali Dilarang Pesta Kembang Api

3. Mi Tarempa

Memang bukan kuliner khas Batam, namun mi Tarempa cukup laris dan selalu menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke Batam.

Sekilas mirip dengan mi Aceh. Tekstur mi yang tebal dan kenyal dengan penggunaan daging ikan sebagai salah satu toppingnya.

4. Otak-otak khas Batam

Otak-otak khas Batam memiliki beberapa varian bahan dasar pembuatnya, seperti otak-otak ikan, otak-otak cumi-cumi, maupun otak-otak campuran ikan dan cumi-cumi.

Otak-otak khas Batam biasanya diolah dengan cara dipanggang atau digoreng, selain itu ada yang menggunakan bumbu kacang atau sesuai dengan selera.

5. Gong-gong

Gong-gong merupakan nama dari makhluk hidup atau biota laut yang hidup di kepulauan Riau. Sekilas bentuknya menyerupai keong, dan merupakan jenis siput laut dengan ukuran sedang dan panjang sekitar 7 cm.

Ada 4 jenis gong-gong yang biasa dikonsumsi yaitu, gong-gong ayam, gong-gong putih cangkang tipis, gong-gong putih cangkang tebal, dan gong-gong merah cangkang tebal.

Cara mengolah Gong-gong yakni hanya dengan cara merebusnya. Tekstur dagingnya kenyal, namun kakinya disarankan untuk tidak dimakan karena cukup tajam dan bergerigi khawatir akan melukai mulut Anda.

6. Nasi Dagong

Makanan ini berasal dari kata ‘dagang Gong-gong’ dinamakan begitu karena sang penjual menyajikan hidangan nasi lemak yang di masak dengan campuran seafood endemis kepulauan Riau yaitu Gong-gong.

Kudapan satu ini biasanya disajikan menggunakan bungkus daun pisang dan menjadi menjadi menu andalan sarapan. Cita-rasanya begitu khas, gurih dan lezat.

7. Bingka Bakar

Bingka Bakar ini merupakan sajian kue khas suku Melayu ini memiliki tekstur padat, namun lembut di dalamnya. Kue ini cukup harum karena berasal dari daun pandan.

Camilan ini memiliki beberapa varian rasa, Bingka Bakar pandan adalah versi originalnya sedangkan ada pula Bingka Bakar rasa cokelat, Bingka Bakar jagung, Bingka Bakar wijen, Bingka Bakar keju dan Bingka Bakar buah naga yang menjadi varian rasa buahnya.

8. Stik Buah Naga

Kawasan Rempang Galang, Kota Batam memang terkenal sebagai produsen buah naga di Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil panen buah naga dari perkebunan yang berukuran ratusan hektar tersebut, kemudian diolah menjadi beragam jenis panganan, salah satunya yaitu Stik Buah Naga.

Rasa buah naga yang dominan serta gurih membuatnya digemari masyarakat maupun wisatawan.

9. Bak Kut Teh

Bak Kut Teh atau rou gu cha merupakan makanan yang lahir dari dua budaya, yaitu Tionghoa di selat Malaka, salah satunya ada di Batam. Menurut sejarahnya makanan ini dulunya merupakan hidangan bagi pekerja pelabuhan pada awal abad ke-20.

Bak Kut Teh terbuat dari daging sapi bertulang, yang dimasak menjadi sup atau digoreng garing bersama dengan berbagai rempah dan bumbu khas.

10. Nasi Lemak khas Batam

Disebut Nasi Lemak karena nasi-nya dimasak menggunakan santan kelapa sehingga rasa yang dihasilkan gurih dan sedikit berminyak.

Nasi lemak ini biasanya disajikan dengan aneka lauk pauk, antara lain ikan bilis menyerupai ikan teri yang ditumbuk halus, bersama dengan telur dadar dan irisan mentimun.

11. Mi Kacang Selat Panjang

Mi kacang selat panjang merupakan varian dari Mie Selat Panjang yang meminjam nama dari sebuah kabupaten di Riau.

Keunikannya kuahnya yang terbuat dari kaldu udang atau kuah kacang. Terbuat dari campuran kacang, santan, dan bumbu penyedap sebagai bahan pembuat kuahnya.

12. Bilis Molen

Bilis Molen adalah jenis kue yang sering dijadikan sebagai snack atau camilan yang berbahan dasar Ikan Bilis.

Ikan Bilis sendiri merupakan jenis ikan air laut yang berwarna abu-abu kehijauan dan ukurannya kecil seperti teri jengki.

13. Kek Pisang Villa

Kue berbahan pisang khas Batam ini dinamakan Kek Pisang Villa yang merupakan pelafalan dari Cake Pisang Villa.

Terbuat dari adonan bercampur pisang ini menghasilkan tekstur kue yang lembut dengan rasa pisang yang legit dan khas.

14. Sop Ikan Batam

Bahan dasar dari sop ini yaitu ikan, udang, cumi, bawang goreng, dan disajikan bersama kuah segar dengan bumbu khas dan irisan tomat hijau.

15. Luti Gendang

Luti Gendang merupakan roti khas Batam yang berbentuk oval atau lonjong memanjang. Memiliki tekstur luar roti yang renyah dan lembut di bagian dalamnya serta isinya terasa gurih.

Luti sendiri dalam bahasa Melayu berarti roti, berbahan dasar tepung berisikan abon ayam atau abon ikan tuna yang telah dicampur dan dibumbui dengan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini