Babel Jajaki Penerbangan ke Singapura dan Kuala Lumpur demi Sedot Wisatawan

Antara, Jurnalis · Senin 22 November 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 406 2505346 babel-jajaki-penerbangan-ke-singapura-dan-kuala-lumpur-demi-sedot-wisatawan-uWaEwn2iy1.JPG Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan (Foto: Antara)

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjajaki penerbangan komersil ke Singapura dan Kuala Lumpur. Hal itu bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan di negeri serumpun sebalai itu.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Lion Air dan Air Asia untuk membuka jalur penerbangan baru Singapura - Pulau Bangka dan Belitung," ujar Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan.

Dijelaskannya, dalam meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik di tengah kasus Covid-19 yang semakin melandai di Provinsi Kepulauan Babel, pihaknya juga sedang menjajaki jalur penerbangan Yogyakarta - Pulau Bangka - Belitung.

"Kita juga telah koordinasi dengan pihak maskapai Citilink untuk membuat jalur penerbangan baru menyambut semakin melandainya kasus Covid-19 dengan jalur penerbangan Yogyakarta-Belitung-Bangka dan sebaliknya," tuturnya.

Baca juga: Gubernur Erzaldi Usulkan Belitung Masuk dalam Destinasi Super Prioritas

Infografis Geopark UNESCO

Ia mengaku optimis dengan jalur penerbangan baru ini akan berdampak peningkatan kunjungan wisatawan di Babel. Apalagi Pulau Belitung juga konsisten, dimana masyarakatnya kompak menolak pertambangan timah di wilayah laut.

"Usaha memajukan pariwisata tidak bisa hanya sampai di sini, dan ini adalah usaha dan upaya semua pihak, agar bagaimana membuat waktu tinggal wisatawan di Babel lebih lama," ucap Erzaldi.

Sementara, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami mengungkapkan, kunjungan wisatawan menginap di hotel berbintang pada September 2021 mencapai 27.510 orang atau naik 48,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya 18.555 orang.

"Pada September tahun ini wisatawan domestik naik 48,37 persen, sementara wisatawan asing turun 32 persen," katanya.

Ia mengatakan rata-rata lama menginap tamu total keseluruhan September 2021 pada hotel bintang selama 1,60 hari. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, para tamu mengalami penurunan lama menginap selama 0,12 hari.

"Wisatawan asing cenderung menginap lebih lama dibandingkan wisatawan Indonesia. Rata-rata lama menginap antara tamu asing dan tamu domestik masing-masing sebesar 3,18 dan 1,60 hari," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini