Makan Terlalu Banyak, Pria Ini Dilarang Masuk Restoran

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 22 November 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 406 2505663 makan-terlalu-banyak-pria-ini-dilarang-masuk-restoran-nlQSmyDV0V.jpg Ilustrasi Kang dilarang masuk restoran karena makan terlalu banyak (Getty Images via BBC)

SEORANG pengulas makanan live-streaming mengaku namanya telah masuk ke dalam daftar hitam di sebuah restoran prasmanan 'santap sepuasnya', karena dianggap makan terlalu banyak.

Pria yang hanya disebut bermarga Kang itu mengatakan kepada TV Hunan bahwa dia dilarang masuk ke Handadi Seafood BBQ Buffet di kota Changsha, China setelah melakukan rangkaian ulasan memakan segala menu.

Baca juga: Wanita Ini Mengamuk, Lempar Sop Pedas ke Wajah Karyawan Restoran

Dia menghabiskan 1,5 kilogram kaki babi selama kunjungan pertamanya, dan 3,5 hingga 4 kilogram udang besar pada kunjungan berikutnya.

Kang mengatakan restoran melakukan "diskriminasi" terhadap orang-orang yang makannya banyak.

"Saya makan banyak, apakah itu sebuah masalah?" katanya, sambil menambahkan bahwa dia tidak membuang-buang makanan.

Tapi pemilik restoran mengatakan kepada media yang sama, bahwa Kang telah menguras stoknya.

"Setiap kali dia datang, saya rugi ratusan yuan," katanya.

Baca juga: Kelamaan Nunggu Kopi, Wanita Pengidap Diabetes Ngamuk di Restoran

"Bahkan ketika dia minum susu kedelai, dia bisa minum 20 hingga 30 botol. Ketika dia makan kaki babi, dia menghabiskan sampai seluruh bakinya. Dan udang besar, biasanya orang lain menggunakan penjepit untuk mengambilnya, tapi dia menggunakan nampan dan mengambilnya semua."

Dia menambahkan, bahwa dia telah melarang seluruh pengulas makanan live-streaming di restorannya.

Kisah ini menjadi trending di media sosial China, dan meraih lebih dari 250 juta penonton di Weibo, dengan beragam komentar.

Sejumlah orang mengatakan semestinya restoran itu tidak usah menjalankan layanan santap sepuasnya (all-you-can-eat) jika tak mampu melakukannya, sementara yang lainnya merasa kasihan dengan pemilik restoran itu.

Ilustrasi

Tahun lalu, pemerintah China mulai menindak pesohor makanan dan video semacam itu mungkin akan dilarang sama sekali.

Hal ini setelah Presiden Xi Xinping menyerukan warganya untuk "perangi kebiasaan membuang makanan" di tengah meningkatnya kekurangan atas ketersediaan pangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini