Sandiaga Sebut Tak Mudah Datangkan Turis Asing ke Bali, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Antara, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 406 2505944 sandiaga-sebut-tak-mudah-datangkan-turis-asing-ke-bali-ini-syarat-yang-harus-dipenuhi-7dhPRGwwW4.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut butuh proses untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali, kendati penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurahi Rai telah dibuka sejak 14 Oktober 2021 lalu.

“Ada beberapa dokumen perjalanan yang harus disiapkan oleh wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, dalam hal ini ke Bali,” kata Sandiaga.

Adapun dokumen tersebut di antaranya membeli tiket pesawat, karena tidak semua maskapai memiliki penerbangan langsung ke Bali.

Kemudian mengenai visa dan karantina yang saat ini disebut masih dikoordinasikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait lainnya agar memberikan kemudahan kepada wisatawan.

Sembari menunggu wisman ke Bali, lanjutnya, penyiapan destinasi dan sentra ekonomi kreatif terus dilakukan agar sesuai dengan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).

Baca juga: Bali Buka Lagi Pariwisata, Sandiaga Uno: Kesehatan Wisman Syarat Utama

Spot Kerajinan Tangan di Bali

Selain itu, lanjut dia, penyiapan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan juga menjadi fokus Kemenparekraf agar wisatawan mendapat suatu pengalaman yang tak terlupakan.

Per hari ini, Menparekraf menyatakan belum ada wisman yang tiba di Bali dengan penerbangan langsung.

“Pemerintah terus mengevaluasi kebijakan yang telah dikeluarkan dan memantau situasi dari negara pasar potensial, terutama Australia,” ujarnya.

Selain itu, Sandi mengatakan bahwa pemerintah akan membahas kembali aturan karantina, ketentuan penerbangan langsung, dan kebijakan visa, agar lebih atraktif dan memiliki daya saing dengan negara tetangga.

Sejumlah negara tetangga disebut telah dan akan membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara secara bertahap.

“Thailand dan Kamboja membuka pariwisata untuk wisman tanpa karantina, sedangkan Langkawi (Malaysia) membuka pariwisata untuk wisman dengan karantina wilayah. (Adapun) Singapura memperluas negara yang bekerja sama secara Vaccinated Travel Lane (VTL) termasuk dengan Indonesia,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini