Pahlawan Aceh Laksamana Malahayati Resmi Jadi Nama Jalan di Jakarta

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 406 2506270 pahlawan-aceh-laksamana-malahayati-resmi-jadi-nama-jalan-di-jakarta-Qk9NeBxuyi.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan nama Jalan Laksamana Malahayati (MPI/Komarudin Bagdja)

PAHLAWAN Nasional asal Aceh Laksamana Malahayati atau Keumala Hayati resmi menjadi nama salah satu jalan di Jakarta Timur. Peresmian jalan tersebut dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Jalan Laksamana Malahayati sebelumnya bernama Jalan Inspeksi Kalimalang Sisi Sebelah Utara. Pergantian nama jalan sepanjang 7,6 kilometer tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1242 Tahun 2021.

Baca juga: Dear Traveler Muslim, Ini 5 Masjid Instagramable di Jakarta Buat Wisata Religi

Jalan Laksamana Malahayati salah satu akses masuk dari Jakarta Timur menuju Bekasi atau sebaliknya. Melintasi Kelurahan Pondok Kelapa, Kelurahan Duren Sawit, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit dan Kelurahan Cipinang Muara, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Sudah ada 5 plang nama Jalan Laksamana Malahayati yang terpasang pada ruas jalan dimaksud.

Anis Baswedan mengatakan bahwa peran Laksamana Malahayati dalam menghadapi penjajah patut diapresiasi, sehingga namanya layak diabadikan.

"Apalagi perjuangan yang diberikan untuk bangsa ini sangatlah luar biasa. Seorang perempuan yang pemberani dan gigih dalam memimpin peperangan," katanya dalam sambutannya.

Selain Malahayati, beberapa nama pahlawan asal Aceh juga sudah diabadikan jadi nama jalan dan masjid di Jakarta sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka melawan penjajah.

"Seperti Masjid Cut Mutia, Masjid Cut Nyak Dhien, Jalan Teuku Umar, Jalan Panglima Polem, dan Jalan Teungku Chik di Tiro," kata Anies.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Populer di Ibu Kota yang Terhubung Transjakarta, Auto Hemat Ongkos

Pemerintah Aceh berterima kasih kepada Pemprov DKI yang sudah mengabadikan Laksamana Malahayati sebagai nama jalan di Ibu Kota.

"Saya mewakili pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh berterima kasih kepada pemerintah DKI Jakarta, terkhusus kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah menginisiasi pemberian nama jalan Pahlawan Aceh Laksamana Malahayati," kata Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara virtual.

Laksamana Malahayati adalah Panglima Perang perempuan pertama di dunia dari Kesultanan Aceh yang ditakuti musih. Ia sangat gigih melawan Portugis dan Belanda yang ingin mengusik wilayah kedaulatan Aceh kala itu.

"Pada tahun 1585–1604, Laksamana Malahayati memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV," ujar Nova.

Menurut sejarah, tambahnya, Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda pada 11 September 1599 sekaligus membunuh nakhoda Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.

Ilustrasi

"Dari perjuangan Keumala Hayati itu patut kita dijadikan contoh, apalagi bagi generasi muda sekarang. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjuangan beliau. Seorang perempuan yang gigih berani dalam menumpaskan penjajahan," kata Nova.

Peresmian nama Jalan Malahayati di Balai Kota DKI turut dihadiri para tokoh serta perwakilan dari beberapa paguyuban Aceh di Jakarta.

"Laksamana Malahayati adalah jenderal pertama di dunia, seorang wanita yang menjadi panglima Angkatan Laut. Karena sampai saat ini belum ada lagi panglima perang perempuan di dunia," kata Surya Dharma, Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM), organisasi induk paguyuban Aceh di Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini