Tragis, Pria Anti Vaksin Tewas Usai Sengaja Datang ke Pesta Corona

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 406 2506535 tragis-pria-anti-vaksin-tewas-usai-sengaja-datang-ke-pesta-corona-rzmvomWppj.jpg Ilustrasi Pesta (dok Freepik)

 JAKARTA - Sosok pria berusia 55 tahun dikabarkan meninggal dunia dan beberapa orang lainnya menjalani perawatan intensif setelah menghadiri acara "pesta Covid-19".

Melansir News.com, pria itu meninggal dunia di Austria pada pekan lalu usai terinfeksi Covid-19.

Kepala kesehatan percaya, penyelenggara dan tamu yang hadir di pesta itu merupakan golongan anti-vaksin yang sengaja agar tertular Covid-19, sehingga mereka mendapatkan "izin hijau" (serupa kebijakan) yang diperlukan untuk bekerja dan bersantai di Italia.

Baca Juga:

15 Makanan khas Manado Wajib Dicoba, Lidah Dijamin Bergoyang

4 Ritual Aneh Astronot Sebelum Terbang ke Luar Angkasa, Makan Kacang hingga Pasang Jimat

Setidaknya ada tiga orang lagi, termasuk seorang anak, dirawat di rumah sakit Italia Utara setelah tertular virus di pesta serupa. Dua orang lainnya ini dalam perawatan intensif.

Hingga kabar ini berhembus, lebih dari 133.000 kematian terkait Covid di Italia. Media lokal melaporkan banyak orang yang sengaja mencoba terinfeksi.

Menyebarkan virus dengan sengaja adalah kejahatan di Italia, dan bisa dikenakan sanksi berdasarkan undang-undang darurat negara bagian yang akan tetap berlaku hingga setidaknya 31 Desember.

“Kami telah menerima kabar dari dokter, bahwa lebih dari satu pasien yang mengaku telah terinfeksi dengan sengaja,” ujar unit anti-Covid Bolzano Patrick Franzoni kepada II Dolomiti.

“Mereka melakukan ini untuk mengembangkan antibodi, dan untuk mendapatkan izin hijau tanpa vaksinasi,” katanya.

“Ada konsekuensi jangka panjang dan bahkan orang muda bisa berakhir di rumah sakit.”

Dia menjelaskan, kaum anti-vaksin akan bertemu di area luar bar lalu memeluk, mencium, dan berbagi minuman dengan seseorang yang terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Eropa adalah satu-satunya wilayah di dunia dengan kematian meningkat terkait Covid sejak pekan lalu. Bahkan Perdana Menteri Belgia mengatakan benua Eropa dalam zona "waspada merah". Berdasarkan catatan WHO, jumlah kasus tertinggi berasal dari Rusia, Jerman, dan Inggris.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini