Ada PPKM Level 3, Begini Aturan Lengkap Wisata saat Libur Nataru 2022

Salman Mardira, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 406 2506928 ada-ppkm-level-3-begini-aturan-lengkap-wisata-saat-libur-nataru-2022-wyLvOyuPua.jpg Pengunjung objek wisata HeHa Sky View, Gunung Kidul, DI Yogyakarta (Instagram @hehaskyview)

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan instruksi tentang pencegahan dan penanggulangan COVID-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, setelah pemerintah memutuskan menerapkan kembali PPKM Level 3 saat libur Nataru nanti.

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tersebut mulai berlaku dari 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Ada sejumlah poin tertuang dalam regulasi tersebut, salah satunya adalah terkait pariwisata.

Baca juga:  Sandiaga: PPKM Level 3 saat Libur Nataru 2022 Membatasi Operasional Destinasi Wisata

Berikut isi Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 khusus untuk pengaturan tempat wisata saat libur Nataru 2022 :

a. meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaturan PPKM level 3 (tiga) khusus untuk daerah- daerah sebagai destinasi pariwisata favorit, antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain;

b. mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan di setiap kabupaten/kota agar memiliki protokol kesehatan yang baik;

c. menerapkan pengaturan ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas;

Baca juga: 6 Fakta Unik Mandalika, Destinasi Super Prioritas Tuan Rumah WSBK 2021 dan MotoGP 2022

d. tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand

sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan);

e. menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan

kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk;

f. memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak; membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total;

h. melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup;

i. mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif;

Ilustrasi

j. membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi COVID-19.

Hal-hal yang belum diatur dalam Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021, maka aturannya tetap merujuk pada Inmendagri tentang PPKM di Wilayah Jawa dan Bali, dan Inmendagri di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini