Tingkah Penumpang Sering Menjengkelkan, Serikat Pekerja Maskapai Minta Diperlakukan Hormat

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 406 2507278 tingkah-penumpang-sering-menjengkelkan-serikat-pekerja-maskapai-minta-diperlakukan-hormat-UGj7PhOrnu.jpg Ilustrasi pramugari (dok iStock)

JAKARTA - Serikat pekerja maskapai penerbangan di Amerika Serikat melakukan kampanye untuk meminta diperlakukan secara hormat oleh wisatawan. Kampanye ini dilakukan jelang musim liburan tiba.

Melansir The Dallas News (25/11/2021), kampanye dilakukan karena hampir dua tahun mereka mengalami serangan fisik dan verbal selama bekerja.

Serikat pekerja yang mewakili agen layanan penumpang di American Airlines dan United Airlines, CWA Local 6001, memulai kampanye iklan online di bandara tersibuk di Texas, Oklahoma, Kansas, dan Missouri saat memasuki musim perjalanan liburan.

Kampanye iklan baru ini akan menargetkan pengguna Facebook dan Instagram.

"Ada banyak pelanggan kasar dan mereka kesal karena maskapai kekurangan staf dan penerbangan ditunda atau dibatalkan," kata Anetra Session, perwakilan serikat pekerja.

Memasuki Musim Liburan

Sementara itu, maskapai penerbangan dan bandara akan menyambut jumlah pelancong yang tinggi, dimulai dari perayaan thanksgiving.

Bandara Internasional DFW mengharapkan 2,3 juta penumpang datang antara 18-29 November.

Hingga Senin (22/11/2021), lebih dari 2 juta pelancong telah melewati pos pemeriksaan Administrasi Keamanan Transportasi di seluruh negeri selama lima hari berturut-turut.

Pekerja mengatakan, mereka menghadapi banyak pelecehan dari penumpang yang marah.

Dua minggu lalu di Dallas Love Field, seorang penumpang ditangkap setelah diduga meninju kepala karyawan Southwest Airlines saat menaiki pesawat.

"Saya seorang manusia dan yang saya minta adalah Anda memperlakukan saya dengan hormat," kata seorang pekerja maskapai penerbangan di salah satu video.

Administrasi Penerbangan Federal tidak mempublikasikan statistik untuk insiden di bandara seperti yang terjadi di udara.

Sementara pramugari telah ditugaskan untuk menegakkan mandat masker di pesawat, agen gerbang dan pekerja maskapai lainnya di bandara terpaksa berurusan dengan penumpang yang frustrasi di tengah pembatalan dan penundaan yang tinggi.

Selain itu, maskapai penerbangan seperti American Airlines yang berbasis di Fort Worth dan Southwest Airlines yang berbasis di Dallas mengatakan, mereka mencoba untuk mempekerjakan setidaknya 4.000 karyawan sebelum akhir tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini