15 Oleh-oleh Khas Aceh, dari Makanan hingga Perhiasan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 00:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 301 2507727 15-oleh-oleh-khas-aceh-dari-makanan-hingga-perhiasan-Z8R9Q17HXp.jpg Ilustrasi Kopi (dok Freepik)

JAKARTA - Aceh mempunyai beragam tempat wisata yang menarik, dari wisata alam hingga sejarah.

Setelah berwisata, tak lengkap rasanya apabila tak membeli oleh-oleh khas Aceh. Provinsi ini mempunyai aneka kuliner dan cedera mata tradisional yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Dirangkum Okezone, berikut beberapa oleh-oleh khas Aceh:

1. Kopi Aceh

Kopi Arabica dan Robusta menjadi jenis kopi yang mudah tumbuh di kawasan Aceh. Kelebihan kopi dari daerah ini memiliki rasa yang kuat dan punya aroma yang nikmat serta cita rasa yang berbeda dari kopi-kopi lain.

2. Dompet

Bagi para wanita yang sedang melakukan perjalanan travelling ke provinsi paling barat di Indonesia ini, tidak ada salahnya kan untuk membeli dompet cantik khas Aceh. Keunikan dari dompet ini adalah memiliki hiasan dengan motif khas dari Aceh yang di bordir di bagian sampingnya.

3. Boneka Pengantin

Dibuat dengan bentuk menyerupai mempelai pria atau wanita Aceh yang sedang melangsungkan pernikahan menggunakan baju adat Aceh. Souvenir yang satu ini dibuat menggunakan bahan kain flannel yang indah dengan ukuran kira-kira 19 cm x 13 cm.

Baca Juga:

 Tingkah Penumpang Sering Menjengkelkan, Serikat Pekerja Maskapai Minta Diperlakukan Hormat

Sandiaga Uno: Destinasi Pantai Seruni Bantaeng Sulsel Kaya Potensi Wisata

4. Serune Kalee

Serune Kalee adalah alat musik khas dari Aceh yang berbentuk mirip terompet dan ditiup untuk mengeluarkan bunyinya. Tidak hanya digunakan sebagai alat untuk menghibur diri, Serune Kalee juga kerap dibunyikan pada acara pernikahan, menyambut tamu, dan pembukaan atau peresmian proyek tertentu.

5. Siwah

Selain digunakan untuk mengusir penjajah, siwah juga digunakan sebagai aksesoris bagi orang-orang yang ada di kerajaan. Saking berharganya barang ini, banyak yang dibuat menggunakan emas asli yang pasti mahal harganya.

6. Peudeung

Ada bermacam-macam bentuk pedang yang populer di kalangan masyarakat Aceh, seperti Peudeung Tumpang Jingki yang memiliki panjang sekitar 70 cm dengan gagang berbentuk mulut yang terbuka dan biasa dibuat dari tanduk dan mata pedangnya dari besi. Kemudian, Peudeueng Ulee Tapak Guda yang berbentuk telapak kaki kuda pada bagian gagang yang dibuat dari tanduk. Sedangkan mata pedangnya dari besi dan total panjangnya 72 cm.

7. Batik Aceh

Batik adalah jenis kebudayaan di Indonesia yang telah tersebar di penjuru Nusantara, tidak hanya Batik Jawa yang sudah terkenal, ada juga Batik Aceh yang sudah ada sejak zama kerjaan, abad 13 M. Hal ini dibuktikan dengan berbagai macam batu nisan raja-raja Aceh tepatnya yang berbentuk batik.

8. Kerawang Gayo

Kerawang gayo adalah salah satu kesenian masyarakat Aceh dengan memberikan senuhan motif pada benda maupun aksesoris. Saat ini telah banyak motif yang dapat dijumpai pada kesenian yang telah dikenal lama oleh para masyarakat Dataran Gayo ini.

9. Sulam Kasab

Sulam Kasab adalah jenis sulaman dari Aceh yang ditempatkan pada berbagai aksesoris rumah tangga seperti tudung saji, payung, hiasan dinding maupun hiasan di atas pintu.

10. Ija Kroeng

Selain dapat digunakan dalam kegiatan ibadah utamanya sholat dan mengaji, sarung juga menjadi alat serbaguna, untuk selimut misalnya. Kelebihan Ija Kroeng adalah jenis sarung ini dibuat dengan metode home made dan menggunakan kain katun seluruhnya sebagai bahan baku pembuatan.

11. Tas Motif Aceh

Kebanyakan tas yang dijumpai sekarang ini adalah polos, walaupun ada beberapa tas yang diberi gambar, namun biasanya tas tersebut untuk anak-anak. Jika bosan akan tas seperti itu, maka tas motif Aceh adalah salah satu alternatif tas karena memiliki motif khas dari Aceh.

12. Kupiah Riman

Tidak hanya digunakan untuk ibadah sholat saja, kupiah atau peci ini juga sering dikenakan saat acara formal maupun non formal. Sebut saja para pejabat Aceh yang tak ketinggalan menggunakannya sebagai penutup kepala mereka saat ada acara maupun sedang santai. Pada zaman sekarang ini, kupiah riman tetap menjadi aksesoris yang digunakan orang-orang Aceh khususnya saat ibadah ke masjid.

13. Kupiah Meukeutop

Kupiah ini sering dipakai oleh para raja kala itu karena memiliki maksud di dalamnya. Secera keseluruhan, kupiah ini memiliki 4 bagian dengan makna yang berbeda-beda antara satu bagian dengan lainnya. Empat bagian tadi melambangkan hukum, adat, qanun, dan reusam sehingga harus dipakai di kepala agar diharapkan pemakainya menjunjung tinggi hal tersebut.

14. Songket Aceh

Pembuatan kain songket sendiri dibuat dengan cara ditenun menggunakan alat dari kayu. Penenunan tersebut harus menggunakan benang beraneka warna untuk menciptakan motif dan bentuk yang diinginkan.

15. Perhiasan Pinto Aceh

Pinto aceh adalah motif perhiasaan yang awal mulanya ditemukan oleh seniman asal Aceh kala itu, Mahmud Ibrahim yang juga ahli pandai besi. Mahmud Ibrahim membuat karyanya karena terinspirasi dari monumen peninggalan raja Aceh, Iskandar Muda yang berbentuk monumen. Ada juga yang mengatakan bahwa bangunan tersebut menjadi tempat keluar masuknya para permaisuri dan dayang raja dari dan ke sungai di dekat monumen tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini