Share

Bandara Eropa Gunakan Babi untuk Atasi Serangan Burung

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 04:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 406 2507766 bandara-eropa-gunakan-babi-untuk-atasi-serangan-burung-vnbzkTIPCQ.jpg Ilustrasi bandara (dok freepik)

JAKARTA - Bandara Schiphol Amsterdam menggunakan 20 babi untuk mengatasi serangan burung yang seringkali menganggu penerbangan pesawat.

Melansir The Sun pada Jumat (26/11/2021), tabrakan antara pesawat dan burung lebih besar terjadi dan bisa menimbulkan bahaya yang besar, terlebih ketika hewan itu tersedot ke dalam mesin.

"Bandara Schiphol melihat sekitar 150 serangan burung pada tahun 2020 dan babi adalah salah satu dari beberapa tindakan yang diambil bandara untuk mencoba menurunkan jumlah serangan tersebut," papar juru bicara Bandara Schiphol, Willemeike Koster.

Untuk itu, Koster menjelaskan, pihaknya melakukan uji coba dengan menempatkan 20 babi di lahan seluas lima hektar untuk makan beragam tumbuhan yang tumbuh di sana.

Baca Juga:

Toko Roti Berusia 1.500 Tahun Ditemukan di Turki, Begini Wujudnya!

Tradisi Aneh Calon Pengantin di Skotlandia, Tubuh Mempelai Dilumuri Kotoran Busuk

Babi-babi itu disediakan oleh Buitengewone Varkens, sebuah perusahaan peternakan babi kecil yang memelihara hewan di luar ruangan.

"Bandara Schiphol mendekati perusahaan dan bertanya apakah babi bisa datang dan memakan sisa tanaman, yang menarik angsa dan burung lainnya," kata pemilik perusahaan, Stan Gloudemans.

"Manfaat pertama adalah babi membantu membuat area tersebut kurang menarik bagi burung dengan menghilangkan sumber makanan," kata Gloudemans.

"Manfaat kedua adalah fakta bahwa sebagai pemakan daging, babi juga akan mencoba menangkap angsa yang mendarat di ladang untuk beristirahat," ujarnya.

Sementara babi tidak bisa bergerak cukup cepat untuk benar-benar menangkap angsa, upaya mereka untuk melakukannya berarti mereka bertindak seperti orang-orangan sawah yang hidup dan menakut-nakuti burung.

Peternakan Gloudemans menghasilkan sekitar 300 anak babi per tahun. Mereka biasanya dikerahkan di sekitar Belanda untuk membersihkan gulma atau sisa tanaman dari panen, bukan sebagai bagian dari keamanan pesawat.

Bandara Schiphol mengatakan keberhasilan proyek akan diukur dengan menganalisis aktivitas burung di daerah tersebut selama babi ada, dibandingkan saat tidak adanya babi.

Bandara ini telah mempekerjakan 20 pengontrol burung yang bekerja sepanjang waktu untuk menjauhkan burung, menggunakan teknologi seperti sinar laser dan suara. Selain itu, mereka menanam jenis rumput khusus untuk membuat daerah itu tidak menarik bagi burung.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini