Festival Seks Bacchanalia untuk Memuja Dewa, Pria-Wanita Bebas Bercinta Bahkan dengan Hewan

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 406 2508029 festival-seks-bacchanalia-untuk-memuja-dewa-pria-wanita-bebas-bercinta-bahkan-dengan-hewan-zWTtaIBDvr.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

FESTIVAL seks Bacchanalia digelar untuk memuja dewa. Ini merupakan tradisi zaman Babilonia kuno. Pesertanya bebas memilih pasangan untuk berhubungan badan secara bergantian di depan umum. Jika bosan dengan manusia, mereka bisa memilih hewan seperti untuk pesta seks.

Festival Bacchanalia pada masa kejayaan Babilonia kuno untuk memuja dewa anggur yang disebut sebagai Bacchus atau Dionysus.

Baca juga: 7 Tradisi Seks yang Aneh di Dunia, Ritual Masturbasi hingga Berbagi Istri

Tak hanya dikenal sebagai dewa anggur (arak), Bacchus disebut juga sebagai dewa mabuk, dewa pesta, dan dewa kegembiraan.

Mengutip dari artikel di Columbia Spectator, dalam literatur Yunani klasik, sosok Bacchus banyak ditemukan di wadah minuman arak. Orang Yunani lebih suka metode yang lebih aromatik dan berkelas, seperti anggur.

 Ilustrasi

Sementara dilihat dari masa Hellenistik, Bacchus adalah seorang pemuda yang tampilannya terlihat seperti perempuan dan terkadang digambarkan dengan tanpa busana.

Baca juga:  Mengenal Festival Seks Saut d'Eau Haiti, Ritual Berhubungan Badan Massal di Air Terjun

Saat festival berlangsung, orang-orang yang mengikuti perayaan itu akan melakukan hubungan seksual bersama-sama. Ritual ini dianggap oleh mereka untuk memuja dan menghormati dewa, serta bagian dari ritual kesuburan.

Selain itu, mereka juga bisa berganti pasangan secara bebas bila sudah bosan dengan pasangan pertamanya. Bahkan, tidak pada manusia saja, tetapi juga hewan.

Di sana, dewa yang baik hati dan suka bersenang-senang kembali ke Thebes dan mengajari kota itu bagaimana berpesta dengan penduduk setempat menjadi kegilaan alkohol dan mengirim mereka ke gunung terdekat, di mana mereka membunuh hewan dengan tangan kosong, bernyanyi dan menari.

Pada awalnya, Festival Bacchanalia dilakukan secara tertutup dan hanya bisa diikuti oleh para wanita. Namun, para pria juga bisa mengikuti festival itu setelahnya. Mereka yang mengikuti festival ini berasal dari berbagai kelas sosial, jenis kelamin, dan usia yang berbeda. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini