Geger, Desa Ini Muncul Lagi ke Permukaan Setelah 30 Tahun Tenggelam

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Minggu 28 November 2021 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 406 2508441 geger-desa-ini-muncul-lagi-ke-permukaan-setelah-30-tahun-tenggelam-izvmq5qyza.JPG Desa Aceredo di Spanyol kembali muncul setelah 30 tahun tenggelam (Foto: AFP)

BELUM lama ini sebuah desa bernama Aceredo di Provinsi Ourense Galicia, Spanyol menghebohkan publik. Pasalnya, perkampungan itu kembali muncul ke permukaan setelah 30 tahun lenyap. Hilangnya desa ini diketahui karena terendam air dari pembangunan waduk.

Melansir The Local, kemunculan desa ini sekaligus mengungkap tabir tragedi yang terjadi pada 1992 lalu. Di mana, Aceredo dan 70-an desa pada perbatasan Spanyol dan Portugal ini dilaporkan sengaja ditenggelamkan pada 1992.

Tragedi itu berawal dari adanya perjanjian internasional yang ditandatangani pada tahun 1968 antara kepala negara Spanyol dan Portugal, Franco dan Salazar, untuk membangun bendungan Lindoso.

Pembangunan bendungan (waduk) ini memerlukan rekayasa yang luar biasa, untuk dapat menjalankan proyek. Terlebih jika ingin membuat lahan waduk, maka harus menyediakan tanah yang cukup luas.

Maka pengelola membuat keputusan untuk mengeluarkan penduduk dari kota Aceredo. Melihat hal tersebut, penduduk Aceredo tentu saja tidak ingin meninggalkan kota mereka.

Baca juga: Fakta Unik Houtouwan, Desa Hantu yang Memesona dengan Nuansa Serba Hijau

Desa Aceredo, Spanyol

(Foto: AFP)

Bahkan untuk meyakinkan penduduk agar tetap mau pindah tempat tinggal, ada beberapa orang yang akhirnya mau pindah namun dengan imbalan kompensasi finansial.

Pembangunan waduk ternyata menemui rintangan lagi, saat membuat negosiasi yang cukup alot dengan pihak pembangkit listrik tenaga air Portugis EDP.

Setelah perusahaan meyakinkan separuh lebih penduduk untuk pergi dari kota Aceredo, akhirnya pemberitahuan resmi terbit dalam buletin negara bagian BOE Spanyol.

Baca juga: Dihuni Hantu, Desa Kuno yang Indah Dijual Rp2,5 Miliar

Pengumuman diiringi juga dengan adanya demonstrasi dari beberapa masyarakat di sekitar desa tersebut. Setelah penduduk mau untuk angkat kaki, dan izin sepenuhnya disetujui, akhirnya pembangunan bendungan dimulai.

Desa Aceredo, Spanyol

(Foto: AFP)

Pembangkit listrik tenaga air menutup pintu airnya pada 8 Januari 1992. Sungai mulai mengalir dengan cepat, ditambah dengan curah hujan yang sangat deras, hingga akhirnya membuat Aceredo benar-benar terendam air.

Namun, hal yang sama juga terjadi pada empat desa terdekat, seperti di O Bao, Buscalque, A Reloeira dan Lantemil yang juga ditelan oleh naiknya air waduk.

Bahkan karena air mengalir dengan debit sangat cepat, membuat masyarakat di beberapa desa tidak menyadari bahwa tempat tinggal mereka akan terendam oleh air.

Beberapa penduduk kota Buscalque dan O Bao misalnya, harus berenang keluar dengan membawa barang apapun yang bisa mereka ambil, dan menyaksikan sendiri hewan mereka yang tenggelam air waduk.

Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, mengingat bahkan EDP tidak mencabut kabel listrik selama banjir melanda.

Desa Aceredo, Spanyol

(Foto: AFP)

Beberapa bangunan bersejarah di kota ini dibangun kembali, termasuk gereja yang sudah ada sejak abad ke-12 dan ke-10 di San Nicolás, dan San Pedro. Aceredo menjadi wilayah yang terkenal hilang saat ada rendaman banjir, dan akan muncul kembali ketika permukaan air rendah.

Baca juga: Kisah Pulau Terkutuk dan Jembatan Angker Dihuni Arwah Korban Bunuh Diri

Di sini permukaan air surut setiap beberapa tahun. Jadi, memungkinkan sekali bagi warga sekitar untuk bisa menyusuri jalanan, dan mengintip ke dalam kerangka bangunannya. Desa-desa lain seperti yang ada di Portomarín, hanya bagian atas bangunan dan menara gereja yang terlihat saat air surut.

Desa Aceredo, Spanyol

(Foto: AFP)

Galicia bukanlah desa satu-satunya yang bernasib mengenaskan. Namun, beberapa kota bagian di Spanyol mengalami nasib yang serupa. Pada tahun 1987, kota tua Riaño di Leon benar-benar dihancurkan untuk membangun reservoir dengan nama yang sama.

Tragedi terburuk semacam ini juga terjadi di wilayah seperti Ribadelago Viejo, Castilla y León, dekat Zamora. Pada tahun 1959, seluruh kota hanyut oleh air bendungan Vega de Tera, karena kesalahan konstruksi. Dari total 549 penduduknya, 144 hilang, dan hanya 28 mayat yang ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini