Cegah Varian Omicron, Turki Tutup Penerbangan dari 5 Negara Afrika

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 406 2508891 cegah-varian-omicron-turki-tutup-penerbangan-dari-5-negara-afrika-Oad5JOSCAO.jpg Ilustrasi pesawat (dok Freepik)

JAKARTA - Turki menutup penerbangan dari lima negara Afrika setelah muncunya varian Covid-19 baru, Omicron yang berasal dari Afrika Selatan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca melansir dari Daily Sabah pada Senin (29/11/2021).

"Perjalanan dari Botswana, Republik Afrika Selatan, Mozambik, Namibia, dan Zimbabwe ke negara kami melalui semua penyeberangan perbatasan darat, udara, laut, dan kereta api kami tidak akan diizinkan mulai malam ini," papar Koca.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan, jenis Covid-19 baru dari Afrika selatan sebagai varian yang patut menjadi perhatian, dan menamakannya Omicron. Inggris juga telah menunda penerbangan dari Botswana, Eswatini, Lesotho, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe.

Sedangkan negara-negara anggota Uni Eropa telah setuju untuk melakukan pembatasan cepat pada semua perjalanan dari negara-negara tersebut termasuk Mozambik. Menkes Turki Koca menambahkan, Turki tidak bermaksud untuk menerapkan lockdown lebih lanjut untuk mencegah penularan virus.

"Sangat penting pada tindakan pencegahan individu, terutama vaksinasi," ujar Koca.

Namun Eropa berada di ambang penutupan lagi karena banyak negara yang sudah mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru. Ketika ditanya tentang apakah pembatasan dan tindakan baru ada dalam agenda di Turki? Koca menyatakan bahwa tidak ada langkah seperti itu yang direncanakan.

"Pada periode baru di Turki, kami tidak berencana untuk mengelola pandemi dengan penutupan. Pada periode baru, kami sangat mementingkan tindakan pencegahan pribadi dan terutama vaksinasi. Maka kami pikir sangat penting bagi semua orang untuk divaksinasi," ucapnya.

Soal progres molnupiravir, yang akan digunakan untuk mengobati pasien Covid-19, Koca mencatat bahwa banyak obat digunakan selama pandemi dan kemanjurannya akan semakin jelas seiring berjalannya waktu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini