Varian Omicron Bikin Dunia Cemas, Sandiaga Uno Harap Pariwisata Jalan Terus

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 29 November 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 406 2509042 varian-omicron-bikin-dunia-cemas-sandiaga-uno-harap-pariwisata-jalan-terus-9GrUGBs7VT.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

ISU merebaknya Covid-19 varian Omicron mencuri perhatian dunia internasional. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) langsung memasukkan varian dengan kode B.1.1.529 tersebut ke dalam kelompok 'variant of concern' meski baru ditemukan kasusnya belum lama ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno pun prihatin dengan keberadaan isu varian Omicron ini. Namun, ia memiliki keyakinan bahwa pariwisata tetap berjalan di tengah isu varian Omicron ini.

"Kami berharap pariwisata tetap berjalan di tengah isu varian Omicron ini," terang Sandiaga secara daring di Weekly Press Briefing, Senin (29/11/2021).

Ia melanjutkan; "Kami juga berharap adanya isu ini tidak terlalu berdampak negatif, karena kami sudah menyiapkan langkah mitigasinya."

Baca juga: Daftar Negara yang Diizinkan Masuk Indonesia Bakal Dievaluasi Imbas Varian Omicron

Saat ditanya apakah sudah ada dampak nyata setelah kemunculan isu varian Omicron ini kepada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Mas Menteri menerangkan bahwa sejauh ini belum. Tapi, kemunculan varian Omicron di Hong Kong dan Belgia perlu menjadi perhatian utama Indonesia.

"Munculnya varian ini harus disikapi dengan kewaspadaan. Kami akan mengevaluasi semua kebijakan terkait kemunculan isu ini dan akan disampaikan kepada publik pada update PPKM sore ini," tambahnya.

Di sisi lain, mantan Wagub DKI Jakarta itu juga ikut menyoroti semakin dekatnya penerapan PPKM Level 3 jelang libur Natal dan Tahun Baru.

Ia sangat berharap agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat beradaptasi dengan kebijakan tersebut.

"Jelang penerapan PPKM Level 3, kami sangat berharap agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif mengetatkan protokol kesehatan yang sudah dijaga hingga sekarang. Kami juga akan membatasi mobilitas untuk menurunkan risiko paparan virus yang bisa terjadi," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini