Mau Urus Paspor? Waspada Sederet Hal Ini Harus Diperhatikan, Jangan Sampai Denda

Antara, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 406 2509600 mau-urus-paspor-waspada-sederet-hal-ini-harus-diperhatikan-jangan-sampai-denda-RlTxjsk3Rb.jpg Dirjen Keimigrasian Buka Pelayanan Urus Paspor di Cibubur Junction (dok Koran Sindo/Yulianto)

JAKARTA - Cara membuat paspor kini kian mudah dilakukan. Terbaru Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sudah menyediakan prosedur untuk cara membuat paspor online hingga dibukanya pelayanan di mal.

Proses pengajuan permohonan paspor saat ini sudah sangatlah mudah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat bisa mendapatkan antrean secara online via aplikasi tanpa harus berdesak-desakan antre seperti zaman dulu.

Bahkan permohonan juga bisa dilakukan di Kantor Imigrasi manapun di Indonesia, tidak harus sesuai dengan domisili.

Akan tetapi ada beberapa hal yang terkadang tidak menjadi perhatian bagi masyarakat saat mengurus paspor. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

Masyarakat biasanya tidak memerhatikan atau tidak jujur mengatakan bahwa mereka sudah pernah memiliki paspor sebelumnya.

Baca Juga:

Hotel Terpencil di Dunia Sheldon Chalet, Bertarif Rp500 Jutaan

15 Wisata Kuliner di Samarinda, Bikin Lidah Nagih Terus

“Saat wawancara dengan petugas, ada saja pemohon yang tidak mengaku bahwa telah memiliki paspor sebelumnya, sehingga petugas akan menggolongkan sebagai permohonan paspor baru bukan penggantian."

"Hal ini berakibat akan terjadinya duplikasi data paspor pada sistem, sehingga sistem akan menolak permohonan tersebut,”ungkap Kasi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Reny Elisabeth Munthe.

Jika hal tersebut terjadi, maka paspor tidak dapat dicetak dan biaya yang telah dibayarkan sebelumnya oleh pemohon akan hangus.

Tidak sampai disitu, jika permohonan ingin dilanjutkan, pemohon juga harus melakukan pengajuan permohonan pembatalan terlebih dahulu dan memulai kembali alur dari awal yaitu booking antrean paspor online via aplikasi terlebih dahulu sebelum wawancara paspor kembali.

“Petugas kami selalu berusaha menggali informasi dan mengingatkan kepada pemohon akan hal ini, akan tetapi ada saja yang tidak jujur atau mungkin lupa menyampaikan informasi tersebut saat wawancara.” tambah Reny. 

Setelah ditelusuri hal tersebut terjadi biasanya karena pemohon tidak mau membayar denda karena paspor mereka sebelumnya hilang/rusak. 

Jadi mereka mencoba peruntungan dengan mencoba membuat paspor dari awal alih-alih melakukan BAP, dengan harapan data lama mereka tidak terdeteksi sistem. Padahal setiap orang yang melakukan permohonan paspor datanya akan tersimpan dalam sistem dan pasti terbaca duplikasi jika mengajukan paspor baru.

Jadi gimana, Kamu masih mau bohong sama petugas saat melakukan wawancara paspor? yuk pikir lagi. Lebih baik jaga paspor kamu dari sekarang supaya tidak hilang atau rusak. 

Selalu jujur dan memberikan keterangan yang benar saat wawancara paspor adalah hal yang harus dilakukan. Karena kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat permohonan paspor, yang paling dirugikan adalah masyarakat sendiri selaku pemohon.

“Petugas kami selalu berusaha menggali informasi dan mengingatkan kepada pemohon akan hal ini, akan tetapi ada saja yang tidak jujur atau mungkin lupa menyampaikan informasi tersebut saat wawancara.” tambah Reny. 
 

Setelah ditelusuri hal tersebut terjadi biasanya karena pemohon tidak mau membayar denda karena paspor mereka sebelumnya hilang/rusak. 
 

Jadi mereka mencoba peruntungan dengan mencoba membuat paspor dari awal alih-alih melakukan BAP, dengan harapan data lama mereka tidak terdeteksi sistem. Padahal setiap orang yang melakukan permohonan paspor datanya akan tersimpan dalam sistem dan pasti terbaca duplikasi jika mengajukan paspor baru.
 

Jadi gimana, Kamu masih mau bohong sama petugas saat melakukan wawancara paspor? yuk pikir lagi. Lebih baik jaga paspor kamu dari sekarang supaya tidak hilang atau rusak. 

 
Selalu jujur dan memberikan keterangan yang benar saat wawancara paspor adalah hal yang harus dilakukan. Karena kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat permohonan paspor, yang paling dirugikan adalah masyarakat sendiri selaku pemohon.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini