Share

Ngerinya Sunat ala Suku Mardudjara Aborigin, Kulit Kemaluan Main Potong lalu Ditelan

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 406 2509647 ngerinya-sunat-ala-suku-mardudjara-aborigin-kulit-kemaluan-main-potong-lalu-ditelan-uwBf4ohQK4.JPG Tradisi sunat ala Suku Mardudjara Aborigin, Australia (Foto: Ist)

TERDAPAT berbagai tradisi seks nyeleneh di dunia yang bahkan kerap membuat kita geleng-geleng kepala. Ritual itu dilakukan oleh berbagai suku yang ada di belahan dunia.

Meskipun tampaknya itu bisa menjadi hal yang tidak bermoral, bahkan ilegal. Akan tetapi, hal itu juga bisa menjadi pengalaman suatu ikatan atau cinta, formalitas, kesenangan, dan kegembiraan.

Ada beberapa masyarakat di luar sana dengan budaya yang membuat kita terlihat seperti pemalu yang sangat tertekan dalam hal aktivitas seksual. Beberapa dari tradisi ini mungkin sudah tidak ada lagi, tetapi akan selalu ada orang yang akan menggantikannya.

Salah satu tradisi seks yang bisa dikatakan antimainstream dilakukan oleh Suku Mardudjara Aborigin yang merupakan penduduk asli Australia. Bagi Suku Mardudjara, ritual memotong ujung penis bagi anak laki-laki sebagai simbol kedewasaan.

Namun, khitan atau sunat ala Suku Mardudjara justru terbilang ngeri. Pasalnya, hal itu dilakukan tanpa bius yang tentunya akan sangat menyiksa.

Baca juga: Ritual Seks Nyeleneh Suku Mangaia, Remaja 13 Tahun ML dengan Wanita Lebih Tua

Suku Mardudjara Aborigin

(Suku Mardudjara Aborigin, Foto: Ist)

Seperti diketahui, khitan atau sunat merupakan proses pelepasan atau pemotongan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis.

Sunat utamanya dilakukan saat usia anak-anak agar lebih mudah dilakukan. Selain diwajibkan menurut syariat agama Islam, sunat rupanya memiliki segudang manfaat menurut kacamata medis.

Di antaranya yakni mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis.

Bicara mengenai tradisi sunat ala Suku Mardudjara Aborigin, mereka memiliki salah satu transformasi masa kanak-kanak yang paling membuat terkejut.

Hal ini dapat dilihat dari seorang anak laki-laki yang berusia 10 atau 12 tahun, di mana gigi depan mereka akan dicabut, sedangkan septumnya akan ditusuk.

Anak laki-laki itu akan dianggap telah mati secara simbolis pada saat ini. Setelah itu, dia dibawa ke hutan belantara oleh pria lain, disunat, dan kemudian diharapkan untuk menelan kulupnya tanpa mengunyah.

Baca juga: Mengenal Festival Seks Saut d'Eau Haiti, Ritual Berhubungan Badan Massal di Air Terjun

Setelah sembuh, penisnya akan dipotong memanjang di bagian bawah, terkadang sampai ke skrotum. Darah kemudian diteteskan di atas api dengan tujuan untuk memurnikannya.

Sejak saat itu, dia akan buang air kecil dari bagian bawah penisnya, bukan dari uretra. Kemudian semua laki-laki Suku Mardudjara Aborigin pergi berburu, kembali ke perkemahan dengan makanan dan berlumuran darah. Ya, anak laki-laki yang telah disunat tersebut mereka anggap telah terlahir kembali sebagai lelaki yang benar-benar telah dewasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini