255 Artefak Kuno Ditemukan di Laut Turki, Ada Bangkai Kapal Saksi Bisu Kejayaan Ottoman

Reza Arta Mevia, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 406 2509983 255-artefak-kuno-ditemukan-di-laut-turki-ada-bangkai-kapal-saksi-bisu-kejayaan-ottoman-4Gt56miM9z.JPG Kapal kuno peninggalan Dinasti Ottoman (Foto: Daily Sabah)

PENGGALIAN bawah laut oleh tim arkeolog di perairan Turki berhasil menemukan 255 artefak baru tahun ini. Kegiatan itu dilakukan berjarak sekitar 8.300 kilometer (5.157 mil) dari garis pantai telah dimulai pada tahun 1960 oleh tim asing dengan penelitian pada bangkai kapal Gelidonya dari zaman perunggu dekat Distrik Finike, Provinsi Antalya, Pantai Mediterania.

Ilmuwan dan penyelam Turki terus membawa warisan budaya penting dari kedalaman perairan biru sejak saat itu.

Sementara, penggalian yang dilakukan di Yassada pada tahun 1967-1969, pada reruntuhan kaca yang diselamatkan dari pelabuhan Serçe pada tahun 1979 dan kapal karam Uluburun di lepas pantai Kaş pada tahun 1984 merupakan tonggak penting arkeologi bawah laut Turki dengan total 10 penggalian arkeologi bawah air juga dilakukan di negara tersebut pada tahun ini.

Sebagai bagian dari penelitian arkeologi bawah air, sejauh ini sudah 255 artefak yang telah diserahkan ke museum Turki.

Puing-puing kapal dagang tertua di dunia dari era perunggu berisikan karya seni dari periode Archaic dan menampilkan satu-satunya contoh patung yang ditemukan di Mediterania. Bangkai kapal Ottoman adalah salah satu penemuan penting dari penggalian arkeologi terbaru yang akan menjelaskan mengenai angkatan laut Ottoman.

Baca juga: Cegah Varian Omicron, Turki Tutup Penerbangan dari 5 Negara Afrika

Kapal Ottoman Karam di Laut Turki

(Foto: Daily Sabah)

Upaya lain juga sedang dilakukan untuk mendirikan museum arkeologi bawah air di lepas pantai laut Turki sehingga artefak yang telah ditemukan dalam studi ilmiah bawah laut dapat dipamerkan di lokasi.

Harun Özdaş, kepala penggalian Proyek Inventarisasi Kapal Karam Turki, berbicara dengan Anadolu Agency (AA) tentang pengalamannya dalam penggalian dan penelitian bawah air.

Özdaş merupakan seorang profesor arkeologi di Institut Sains dan Teknologi Kelautan, Universitas Dokuz Eylul yang berbasis di Izmir. Dikatakannya, bangkai kapal terletak pada kedalaman yang bervariasi antara 30-60 meter (98-196 kaki) dan setiap meter yang dilalui selama penyelaman adalah sebuah perjalanan ke masa lalu.

“Ketika Anda sampai di kapal karam, waktu seolah membeku," kata Özdaş menyitir laman Daily Sabah.

“Semua bangkai kapal seperti kapsul waktu yang tidak disentuh makhluk hidup. Ini adalah kegembiraan besar bagi saya sebagai orang yang terlibat dalam profesi kelautan dan arkeologi," tambahnya.

Menunjukkan bahwa bidang minat utama arkeologi bawah air berkaitan dengan kapal, Özdaş melanjutkan: "Dalam kerangka ini, kami adalah ilmuan yang mengumpulkan data tentang sejarah teknologi. Misalnya, penggalian kami di kapal karam membantu menyelesaikan halaman yang hilang dari teknologi pembuatan kapal," sebutnya.

Profesor itu juga mengatakan bahwa dia bekerja untuk memotret bangkai kapal bawah laut dan membuat mosaik foto sebagai bagian dari Proyek Inventarisasi Kapal Karam. Menurutnya, peneliti tidak punya banyak waktu untuk berada di bawah air karena kondisi cuaca dan lokasi ditemukannya kapal karam.

"Karena kapal tidak tenggelam di tempat yang mudah untuk diselami, kami bisa melakukan tiga kali penyelaman untuk setiap bangkai kapal," ungkap Özdaş.

Baca juga: Pecahkan Misteri Peradaban Kuno, Arkeolog Teliti Artefak Berusia 4.000 Tahun

Arkeolog Teliti Artefak di Dasar Laut Turki

(Foto: Daily Sabah)

Ditemukan di kedalaman 70-80 meter

Özdaş juga menggarisbawahi bahwa mereka telah mengidentifikasi sejumlah besar kapal milik kekuasaan Ottoman, terutama di provinsi Aegean Turki Izmir serta wilayah Aegean tengah dan utara.

"Peneliti Turki telah menemukan bangkai kapal di kedalaman 70-80 meter dengan sistem kamera yang dikendalikan dari jarak jauh," tambahnya.

"Mereka berasal dari abad ke-16 atau lebih, yaitu pada masa kekuasaan Ottoman. Bagi kami, yang paling penting di antara mereka adalah Bangkai Kapal Kepulauan Koyun (Oinousses)," kata dia.

Penemuan kapal pertama di lepas pulau ini adalah pada tahun 2018. Pada tahun 2019, para peneliti melakukan penelitian bawah laut terdalam di area arkeologi dengan kapal Alemdar, yang berafiliasi dengan Komando Angkatan Laut Turki.

Sementara, Yahya Coşkun selaku Wakil Direktur Jenderal Warisan Budaya dan Museum Turki, mengatakan, penggalian dan penelitian arkeologi bawah air terus berlanjut di semua lautan. Tahun ini dua situs baru ditambahkan ke operasi mereka, termasuk penggalian di tepi Teluk Kerpe, Provinsi Kocaeli dan di Distrik Altinova, Provinsi Yalova, kedua lokasi tersebut terletak di barat laut Turki.

“Tahun lalu kami melakukan 502 penelitian di darat dan bawah air. Tahun ini kami tingkatkan menjadi 602. Jumlah penelitian dan studi arkeologi kami terus meningkat setiap tahun," ucap Coşkun.

“Tahun ini, kami telah mencapai puncak baru dalam arkeologi bawah air. Kami menargetkan untuk melangkah lebih jauh tahun depan. Sebanyak 255 artefak digali selama penelitian bawah air dan disimpan di museum kami," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini