Mengenal Pederasty, Tradisi Homoseksual di Yunani yang Libatkan Remaja dan Pria Dewasa

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 406 2509987 mengenal-pederasty-tradisi-homoseksual-di-yunani-yang-libatkan-remaja-dan-pria-dewasa-lNxU2ixo3n.JPG Ilustrasi pasangan gay (Foto: Reuters/Max Rossi)

MITOLOGI Yunani Kuno memiliki banyak cerita bersejarah tentang fenomena homoseksualitas, salah satu yang paling tersohor adalah pederasty.

Pederasty adalah sebuah hubungan yang terjalin antara kaum lelaki dewasa dengan remaja berusia muda (pubertas). Bisa dikatakan, pederasty merupakan asesoris sentral kehidupan para masyarakat kelas atas.

Terlansir dari Inquiriesjournal, hubungan pederasty yang ideal di Yunani Kuno memang melibatkan erastes (pria yang lebih tua, biasanya berusia pertengahan hingga akhir 20-an), dan eromenos (pria yang lebih muda yang telah melewati masa pubertas, biasanya tidak lebih dari 18 tahun). Perbedaan usia antara erastes dan eromenos ini sangat penting bagi skema hubungan pederasty yang ideal.

Terdapat dinamika kekuasaan dalam hubungan pederasty, yakni dengan erastes selalu memegang kendali. Memastikan bahwa erastes menjaga martabatnya, sementara eromenos tumbuh di bawah pengawasan erastes dengan harapan bisa tumbuh dewasa menjadi warga negara yang hebat.

Kedua orang dalam hubungan pederasty ideal akan mempraktikkan sophrosyne yang hebat, atau tidak memanjakan diri secara berlebihan. Erastes menunjukkan pengekangan dalam "pengejarannya" daripada "penangkapan" anak laki-lakinya, dan eromenos juga akan menunjukkan pengekangan dengan tidak segera menyerah pada hasrat seksual pria yang lebih tua.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Ikonik di Yunani, bak Negeri Dongeng

Pasangan Gay

(Ilustrasi pasangan gay, Foto: Reuters)

Ada anggapan bahwa pasangan pederasty yang ideal ketika hubungan itu menguntungkan masyarakat Yunani. Namun ada juga alasan penting lainnya, yakni perbedaan usia antara erastes dan eromenos bertanggung jawab untuk mengajarkan paham politik, militer, dan pertemuan sosial Yunani.

Diharapkan adanya hubungan pederasty yang ideal akan membawa erastes untuk lebih berperan menjadi seorang guru, daripada seorang kekasih.

Para eromenos akan menerima pelatihan sebagai imbalan atas bantuan seksual yang dia berikan kepada para erastes. Menjadi catatan penting ketika menjalin hubungan pederasty ideal, bahwa eromenos seharusnya tidak menikmati tindakan seksual yang dia lakukan dengan erastes (gurunya).

Beberapa pederasty ideal yang kerap terdengar ceritanya, yakni hubungan antara Harmodius dengan Aristogeiton. Hubungan keduanya dianggap memberi dampak baik karena keberanian Harmodius dan Aristogeiton, berhasil menggulingkan tirani hingga demokrasi didirikan di Athena.

Lalu, hubungan pederasty ideal juga disebut antara Zeus dan Ganymede. Dikarenakan jarak usia keduanya yang dianggap telah sesuai standar masyarakat Yunani Kuno saat itu.

Namun, ada juga contoh cerita pederasty yang tidak ideal. Hubungan antara Achilles, pahlawan Yunani yang legendaris, dan Patroclus. Keduanya memiliki usia yang sama, dan ada banyak perselisihan mengenai mana di antara mereka yang erastes dan mana yang eromenos.

Baca juga: Vila Romawi yang 'Hilang' 1.700 Tahun Ditemukan di Lahan Pertanian

Melihat hal tersebut maka masyarakat Yunani semakin beranggapan kuat bahwa pederasty memang ideal jika dilakukan antara laki-laki dewasa dengan yang laki-laki berusia muda.

Jika berkunjung ke Yunani, maka Anda berkemungkinan akan menemui hubungan pederasty. Bahkan, warga lokal beranggapan pederasty telah menjadi hal umum. Namun menurut laporan, hubungan masyarakatnya sudah jarang seperti itu. Karena wujud kental hubungan pederasty memang tercatat hanya populer saat masa Yunani Kuno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini