Share

Nasib Tragis Lumba-Lumba Ditunggangi Lucinta Luna, Menghilang lalu Mati

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 00:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 406 2510496 nasib-tragis-lumba-lumba-ditunggangi-lucinta-luna-menghilang-lalu-mati-kGBPanGiuf.jpg Lumba-lumba (Instagram)

LUMBA-lumba yang dulu sempat viral setelah ditunggangi Lucinta Luna akhirnya mati setelah sebelumnya dikabarkan hilang. Ya, beberapa bulan lalu artis transgender itu sempat menghebohkan publik karena dianggap mengeksploitasi mamalia laut tersebut.

Video Lucinta menunggangi lumba-lumba di Dolphin Lodge Bali sempat viral di media sosial. Terlebih, ia pun sempat mengunggah video tersebut di channel YouTube pribadinya. Banyak netizen yang mengecam Lucinta, salah satunya akun Instagram @davinaveronica.

Baca juga: Viral Lucinta Luna Tunggangi Lumba-Lumba di Bali Tuai Kecaman 

"This is really really, stupid, unenducated, cruel, and heartless. Sedih banget melihat ini," tulis pemerhati satwa itu.

Selain itu, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu memberikan komentar pedasnya untuk Lucinta di cuitan Indira Nurul Qomariah, aktivis satwa liar.

 ilustrasi

Lucinta Luna (Instagram)

"EKSPLOITASI LUMBA - LUMBA BERKEDOK HIBURAN YANG DIKEMAS DALAM SEBUAH KONTEN YANG SANGAT TIDAK MENDIDIK. LAGI - LAGI DILAKUKAN OLEH PUBLIC FIGURE."

Bahkan kecaman pun datang dari eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Pemilik jargon 'Tenggelamkan' itu terlihat geram dengan perbuatan bodoh yang dilakukan Lucinta.

"Banyak orang berpikir uang dan ketenaran mampu membeli dan mengizinkan untuk melakukan apapun, termasuk kebodohan dan menjadi bodoh," tulis Susi, dikutip dari Twitter pada Kamis 15 April 2021.

Lumba-lumba sempat dikabarkan hilang

Setelah dilakukan investigasi, wahana Dolphin Lodge yang disambangi Lucinta Luna tidak memiliki izin. Alhasil Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, sempat menutup tempat wisata tersebut pada 2020.

 Baca juga: Pernah Menginspirasi Banyak Orang, Lumba-Lumba Bintang Film 'Dolphin Tale' Akhirnya Mati

"Dia punya izin lembaga konservasi tapi lokasinya tidak di Denpasar, tapi di Jembrana. Di sini nggak ada dokumen sama sekali," tutur Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono.

Setelah mengetahui hal itu, sebanyak tujuh ekor lumba-lumba berhasil diamankan oleh Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Bareskrim Polri dan Polda Bali.

 

Salah satu perwakilan dari Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-lumba datang ke Bali Exotic Marine Park di Pedungan, Denpasar Selatan, pekan lalu. Tujuannya untuk memastikan keberadaan tujuh ekor lumba-lumba yang dipindahkan oleh BKSDA Bali dari Dolphin Lodge Bali ke Bali Exotic Marine Park, sejak 27 April 2021 lalu.

Menurut Koordinator Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-lumba Pinneng Sulungbudi, Bali Exotic Marine Park kondisinya lebih parah. Tempat penangkaran sementara ini hanya menampung 10 ekor lumba-lumba saja.

"Sebelumnya sudah ada lima lumba-lumba. Ditambah tujuh ekor lagi. Jadi kolamnya nggak layak menampung semuanya," ungkap Pinneng.

Selain itu, dari tiga kolam yang ada, lima lumba lumba dari Bali Dolpin Lodge diletakan dalam satu kolam yang sama dengan ukuran kecil dan dangkal. Mereka juga terus menerus terpapar mata hari.

Yang mengagetkan, mereka menemukan kejanggalan. Seharusnya ada tujuh lumba lumba di sana. Dia sudah mencoba menanyakan ke pihak Bali Exotic Marine Park, tapi tidak mendapat jawaban

"Ke mana yang dua ekor lagi," tanya Pinneng. Mereka diam-diam sampai sekarang," kata Pinneng.

Akibat hal tersebut, Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-lumba sempat membuat petisi untuk membebaskan lumba-lumba itu.

"Kami mendesak lumba-lumba itu direhabilitasi ke laut," tambah Pinneng.

2 ekor lumba-lumba dinyatakan mati

Belum lama ini misteri hilangnya dua ekor lumba-lumba yang sempat dilaporkan hilang oleh Koalisi Anak Negeri terungkap. Satwa laut yang sempat ditunggangi Lucinta Luna itu mati dengan tragis.

 ilustrasi

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Bali, Sumarsono mengatakan, lumba-lumba itu mati karena dieksploitasi  pengelola wisata Bali.  

"Saat kami rampas, ada beberapa sudah dalam keadaan sakit hepatitis akut yang kelihatan dari warna matanya agak kekuningan," kata Sumarsono, Senin 29 November 2021.

Sumarsono mengungkapkan, saat berada di Dolphin Lodge Bali, tujuh ekor lumba-lumba itu tidak pernah dicek kesehatannya. Tidak ada medical record juga tidak pernah ada. Lumba-lumba itu juga kurang gizi.

Apalagi akibat pandemi, pengunjung Dolphin Lodge Bali sepi sehingga kondisi lumba-lumba itu semakin tak terurus dan memprihatinkan. Setelah dirampas pada 27 April 2021 lalu, lumba-lumba itu lalu dievakuasi ke tempat rehabilitasi sementara di Bali Exotic Marine Park.

Sumarsono menegaskan sudah melakukan perawatan maksimal agar lumba-lumba itu bisa bertahan hidup.

"Keeper-nya siang malam menjaga agar jangan sampai mati. Teman-teman dari Unud juga membantu," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini