Share

Larang Pejabat Negara Pelesiran ke Luar Negeri, Luhut Binsar Pandjaitan Bilang Begini

Antara, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 406 2510632 larang-pejabat-negara-pelesiran-ke-luar-negeri-luhut-binsar-pandjaitan-bilang-begini-F6cPwrtAfX.JPG Menko Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melarang pejabat negara untuk melakukan perjalanan ke luar negeri guna mencegah penularan varian Omicron yang tengah merebak di sejumlah negara.

"Pejabat negara khususnya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri," ucap Luhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu kemarin.

Larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Baca juga: Imbas Varian Omicron, Aturan Karantina Pelancong Internasional Diperpanjang Jadi 10 Hari

Sementara bagi masyarakat umum, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri pada saat ini.

"Bagi masyarakat umum sifatnya masih imbauan. Jadi, WNI diimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu, hal ini untuk mencegah dan menjaga terus terkendalinya pandemi di negara ini," sebutnya.

Pemerintah, kata dia, saat ini juga akan menyiapkan booster vaksin ketiga yang ditujukan untuk para lansia dan kelompok rentan.

"Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan," jelasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sebelumnya, berdasarkan arahan Presiden Jokowi, masa karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari negara-negara di luar 11 negara yang dilarang masuk juga akan ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari.

Langkah itu diambil dengan memertimbangkan semakin banyaknya negara yang mendeteksi varian Omicron. Perpanjangan masa karantina ini akan berlaku sejak 3 Desember 2021.

"Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini," pungkas mantan Danjen Kopassus ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini