Share

Mengenal Nganre Sassang, Budaya Suku Kajang Memberi Makan Bayangan

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 406 2511055 mengenal-nganre-sassang-budaya-suku-kajang-memberi-makan-bayangan-Q5h9JwhQU6.jpg Warga suku Kajang di Bulukumba ritual makan bersama (Foto adattours.com)

NGANRE Sassang merupakan budaya suku Kajang dengan memberi makan bayangan. Ritual unik ini diyakini oleh masyarakat suku yang bermukim di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan itu sebagai penolak bala.

Nganre sassang dilakoni warga Kajang setiap tahun secara tertutup. Berbeda dengan ritual menguji kejujuran yang disebut ritual attunu panrolik yang memang digelar di area umum dan disaksikan seluruh warga Kajang.

Baca juga:  Ososo Matsuri, Festival Vagina sebagai Simbol Kesuburan dan Tolak Mandul

Dirangkum dari beberapa sumber, ritual nganre sassang yang merupakan warisan leluhur dan digelar pada Jumat malam itu juga bertujuan agar dimudahkan dalam mencari rezeki.

 

Bagi anggota keluarga yang menggelar ritual, diminta menyiapkan lilin merah serta beberapa macam makanan. Di antaranya terdiri dari pisang raja, nasi putih, nasi ketan tiga warna, lalu dua ekor ayam bagi yang sudah berumah tangga, dan seekor ayam bagi yang masih lajang.

Nganre sassang dilakukan dengan kondisi gelap, tanpa adanya sumber cahaya listrik. Hanya cahaya dari sebuah lilin merah yang dibakar dengan buah kemiri oleh seorang sanro (dukun).

Baca juga: Kunjungi 3 Wisata Makam Kuno di Tana Toraja, Bikin Merinding dan Menegangkan!

Lalu, diletakkan di hadapan anggota keluarga yang mengikuti ritual. Di situlah bayangan akan tampak pada permukaan dinding rumah.

Satu per satu anggota keluarga yang mengikuti ritual nganre sassang akan mendapat giliran maju ke hadapan dukun kampung Tana Toa Kajang.

Kemudian, dukun tersebut meniup ubun-ubun anggota keluarga sambil membaca jampi-jampi berlogat Kajang.

Dalam prosesi peniupan ubun-ubun peserta ritual yang dilakukan oleh dukun, tak hanya dua bayangan peserta ritual yang muncul pada permukaan tembok.Namum, terkadang juga muncul satu bayangan dengan wujud berantakan.

 ilustrasi

Selain terdapat rangkaian acara membakar lilin dengan kemiri, terdapat juga prosesi menyembelih ayam kampung oleh peserta ritual.

Nantinya, bagian kepala dan kaki ayam dibuang, dan seluruh isi dalam perut ayam itu dikeluarkan. Ayam kampung yang sudah dibersihkan itu, selanjutnya dimasak bersama rempah-rempah seperti membuat opor ayam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini